Bulan: April 2025 (Page 2 of 11)

Jelang Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Cek Kesiapan SPKLU di Jalan Tol

Menjelang puncak arus balik Lebaran 2025, PT Jasa Marga (Persero) Tbk semakin intensif melakukan pengecekan terhadap kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berada di sepanjang jalan tol yang dikelolanya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik pengguna kendaraan listrik yang akan kembali ke arah Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya.

Ketersediaan dan fungsi optimal SPKLU menjadi krusial mengingat potensi peningkatan signifikan volume kendaraan listrik yang melintasi jalan tol selama periode arus balik. Jasa Marga tidak ingin para pengguna mobil listrik mengalami kendala pengisian daya di tengah perjalanan mereka. Oleh karena itu, pengecekan meliputi ketersediaan unit pengisian, fungsi каждого (setiap) unit, serta fasilitas pendukung lainnya di rest area yang menyediakan SPKLU.

Menurut informasi dari PT Jasamarga Related Business (JMRB), anak usaha Jasa Marga yang mengelola rest area, sejumlah SPKLU dengan teknologi fast charging dan ultra fast charging telah disiagakan di berbagai titik strategis di sepanjang ruas tol. Teknologi ini memungkinkan pengisian daya kendaraan listrik secara lebih cepat, sehingga dapat mempersingkat waktu istirahat para pemudik.

Selain memastikan ketersediaan dan fungsi SPKLU, Jasa Marga juga berkoordinasi dengan penyedia layanan SPKLU dan PLN untuk mengantisipasi potensi lonjakan pengguna. Pemantauan kondisi SPKLU secara real-time juga dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala teknis yang dapat menghambat proses pengisian daya. Informasi mengenai lokasi dan status SPKLU juga terus disosialisasikan kepada masyarakat melalui berbagai kanal informasi, termasuk aplikasi Travoy milik Jasa Marga.

Langkah proaktif Jasa Marga dalam mengecek kesiapan SPKLU ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jalan tol, termasuk para pemilik kendaraan listrik.

Dengan memastikan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang memadai dan berfungsi optimal, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi semua pemudik. Para pengguna kendaraan listrik pun dapat melakukan perjalanan tanpa rasa khawatir akan ketersediaan energi untuk kendaraan mereka.

Polisi Ringkus 4 Pelaku Perampok Minimarket Bersajam yang Meresahkan Warga Kediri

Tim Buser Satreskrim Polres Kediri berhasil membekuk empat pelaku Perampok Minimarket Bersajam yang selama beberapa waktu terakhir meresahkan warga. Penangkapan komplotan Perampok Minimarket Bersajam ini dilakukan di lokasi persembunyian mereka di wilayah Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada hari Minggu dini hari, 27 April 2025, sekitar pukul 02.30 WIB. Keempat pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial AG (24), BN (28), CP (22), dan DR (26).

Penangkapan ini merupakan hasil dari serangkaian penyelidikan intensif yang dilakukan oleh pihak kepolisian setelah menerima laporan dari beberapa minimarket yang menjadi korban Perampok Minimarket Bersajam. Modus operandi komplotan ini tergolong nekat, di mana mereka beraksi pada malam hari dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit untuk mengancam karyawan minimarket dan menguras uang tunai serta barang dagangan. Aksi terakhir komplotan ini terjadi pada hari Kamis, 24 April 2025, di sebuah minimarket di Jalan Raya Pare-Kediri, yang menyebabkan kerugian jutaan rupiah.

Menurut keterangan dari Kapolres Kediri, AKBP Budi Santoso, penangkapan para pelaku Perampok Minimarket Bersajam ini dilakukan tanpa perlawanan. “Setelah mengumpulkan cukup bukti dan keterangan saksi, tim kami berhasil mengidentifikasi keberadaan para pelaku. Saat dilakukan penggerebekan di tempat persembunyian mereka, keempat tersangka berhasil diamankan,” ujar AKBP Budi Santoso dalam konferensi pers di Mapolres Kediri pada Minggu pagi. Selain menangkap para pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit yang digunakan saat beraksi, uang tunai sisa hasil kejahatan, beberapa unit telepon genggam, dan sepeda motor yang digunakan sebagai sarana transportasi.

Dalam pemeriksaan awal, para pelaku mengakui telah melakukan serangkaian aksi perampokan minimarket di wilayah Kediri dan sekitarnya. Mereka mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena faktor ekonomi. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dan jaringan kejahatan yang lebih luas. Keberhasilan penangkapan komplotan Perampok Minimarket Bersajam ini disambut baik oleh masyarakat Kediri, yang merasa resah dengan aksi kejahatan tersebut. Kapolres Kediri mengimbau kepada seluruh pemilik minimarket dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika melihat adanya aktivitas yang mencurigakan. Para pelaku akan dijerat dengan pasal tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Kediri Berduka: Tragedi Kebakaran di Ponpes Lirboyo, Puluhan Santri Alami Sesak Nafas

Sebuah tragedi kebakaran melanda salah satu asrama di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu (26/04/2025) dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB ini menyebabkan kepanikan di kalangan santri dan mengakibatkan puluhan di antaranya mengalami sesak nafas akibat asap tebal.

Informasi mengenai tragedi kebakaran ini dengan cepat menyebar di kalangan masyarakat Kediri dan sekitarnya. Petugas pemadam kebakaran dari Kota Kediri segera tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang melalap salah satu bangunan asrama putra.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri, Bapak Nur Khamid, yang juga membawahi unit pemadam kebakaran, membenarkan adanya tragedi kebakaran di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo. Pihaknya menjelaskan bahwa api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu kamar asrama.

“Kami menerima laporan kebakaran di Ponpes Lirboyo sekitar pukul 02.15 WIB dan langsung bergerak cepat menuju lokasi. Api berhasil kami padamkan sekitar satu jam kemudian. Namun, akibat asap tebal yang memenuhi asrama, puluhan santri mengalami sesak nafas dan harus mendapatkan penanganan medis,” ujar Bapak Nur Khamid di lokasi kejadian, Sabtu pagi.

Data sementara dari pihak pesantren dan petugas kesehatan mencatat sebanyak 35 santri mengalami gejala sesak nafas ringan hingga sedang. Mereka segera dievakuasi ke klinik pesantren dan beberapa rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan oksigen dan pemeriksaan lebih lanjut. Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam tragedi kebakaran ini.

Kapolsek Mojoroto, Kompol Didik Tri Wahyudi, juga berada di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran. Pihaknya akan berkoordinasi dengan tim forensik untuk memastikan apakah ada faktor lain di balik tragedi kebakaran ini.

“Kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara adalah korsleting listrik, namun kami tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain. Kami juga telah meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk para santri dan pengurus pesantren,” kata Kompol Didik Tri Wahyudi.

Pengurus Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Anwar Manshur, menyampaikan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada petugas pemadam kebakaran dan pihak-pihak lain yang telah membantu menangani tragedi kebakaran ini. Pihak pesantren akan segera melakukan perbaikan terhadap asrama yang terbakar dan memastikan keamanan seluruh santri. Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di lingkungan padat seperti pondok pesantren.

Skandal Korupsi Hakim Ali Muhtarom: Pukulan Telak bagi Citra Peradilan Indonesia

Penangkapan Hakim Pengadilan Tinggi, Ali Muhtarom, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus korupsi mengirimkan gelombang kejutan dan keprihatinan di seluruh negeri. Skandal ini bukan hanya mencoreng nama baik individu yang bersangkutan, tetapi juga menjadi pukulan telak bagi citra lembaga peradilan Indonesia yang tengah berupaya memulihkan kepercayaan publik.

Bagaimana mungkin seorang hakim, yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan dan penegak hukum, justru terlibat dalam praktik korupsi? Dugaan keterlibatan Hakim Ali Muhtarom dalam kasus suap, yang terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, memperdalam luka kepercayaan masyarakat terhadap integritas sistem peradilan. Tindakan ini mengkhianati sumpah jabatan dan mencederai nilai-nilai luhur yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap aparat penegak hukum.

Kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan adalah fondasi penting bagi tegaknya hukum dan keadilan di suatu negara. Ketika oknum hakim terlibat dalam korupsi, fondasi ini menjadi rapuh.

Masyarakat akan mempertanyakan setiap putusan yang dikeluarkan, meragukan independensi hakim, dan akhirnya kehilangan keyakinan bahwa hukum dapat ditegakkan secara adil dan tanpa pandang bulu. Skandal ini berpotensi memperburuk persepsi negatif terhadap sistem peradilan yang selama ini terus diperbaiki.

KPK patut diapresiasi atas ketegasannya dalam memberantas korupsi, termasuk di lingkungan aparat penegak hukum. Namun, terulangnya kasus serupa menjadi indikasi bahwa upaya pembersihan dan pengawasan internal di lembaga peradilan perlu dievaluasi dan diperkuat secara menyeluruh.

Reformasi birokrasi dan penegakan kode etik hakim harus menjadi prioritas utama untuk mencegah praktik koruptif terulang kembali.

Skandal korupsi Hakim Ali Muhtarom adalah tragedi bagi citra peradilan Indonesia. Pemulihan kepercayaan publik tidak akan terjadi dalam semalam. Dibutuhkan tindakan nyata, transparan, dan konsisten dari seluruh elemen lembaga peradilan untuk menunjukkan komitmen yang sungguh-sungguh dalam memberantas korupsi dan menegakkan keadilan.

Masyarakat menanti langkah konkret untuk membersihkan “oknum-oknum busuk” dan membangun kembali peradilan yang bersih, berintegritas, dan berwibawa.

Skandal ini menjadi ironi di tengah upaya keras membangun peradilan yang bersih dan berwibawa. Citra lembaga hukum kembali tercoreng, dan kepercayaan masyarakat pun dipertaruhkan. Langkah tegas dan transparan dari Mahkamah Agung serta KPK menjadi krusial untuk memulihkan situasi ini.

Aktivitas Warga Terganggu Akibat Pohon Tumbang di Jalan Protokol Kediri

Aktivitas warga terganggu secara signifikan akibat sebuah pohon besar yang tumbang di salah satu jalan protokol di Kota Kediri. Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan. Pihak berwenang setempat segera bergerak cepat untuk melakukan evakuasi pohon tumbang tersebut agar aktivitas warga terganggu tidak berlangsung lebih lama. Berikut adalah laporan lengkap mengenai kejadian ini dan upaya penanganan yang dilakukan.

Insiden pohon tumbang ini terjadi pada hari Jumat, 25 April 2025, sekitar pukul 06.30 WIB, di Jalan Ahmad Yani, Kota Kediri. Pohon jenis angsana yang diperkirakan berusia puluhan tahun tiba-tiba tumbang melintang di tengah jalan, diduga akibat kondisi pohon yang sudah lapuk dan ditambah dengan angin kencang yang terjadi pada dini hari. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah utara menuju selatan dan sebaliknya lumpuh total. Banyak warga yang hendak memulai aktivitas pagi mereka, seperti berangkat kerja atau mengantar anak sekolah, terjebak dalam kemacetan panjang. Aktivitas warga terganggu secara langsung karena akses jalan utama menjadi tertutup.

Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kediri menerima laporan kejadian ini sekitar pukul 06.45 WIB dan segera mengerahkan tim beserta peralatan pemotong pohon ke lokasi. Dibantu oleh beberapa anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota yang bertugas mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian, proses evakuasi pohon tumbang segera dimulai. Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau DLHK Kota Kediri, Bapak Ir. Bambang Sudarsono, M.Si., yang ditemui di lokasi kejadian menjelaskan bahwa pihaknya memperkirakan proses evakuasi akan memakan waktu beberapa jam mengingat ukuran pohon yang cukup besar.

Selama proses evakuasi berlangsung, pihak kepolisian melakukan pengalihan arus lalu lintas melalui jalan-jalan alternatif untuk mengurangi dampak kemacetan. Namun, kepadatan kendaraan tetap terjadi di beberapa ruas jalan di sekitar lokasi kejadian. Beberapa warga yang terburu-buru terpaksa mencari jalan pintas atau menunggu dengan sabar hingga proses evakuasi selesai. Dampak dari pohon tumbang ini tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan, tetapi juga oleh para pedagang di sekitar lokasi yang mengalami penurunan omzet karena sepinya pembeli. Aktivitas warga terganggu dalam berbagai aspek akibat kejadian ini.

Setelah bekerja keras selama kurang lebih tiga jam, tim gabungan dari DLHK dan dibantu oleh beberapa relawan akhirnya berhasil mengevakuasi pohon tumbang tersebut sekitar pukul 09.30 WIB. Sisa-sisa batang dan ranting pohon yang menghalangi jalan kemudian dibersihkan, dan arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani kembali normal secara bertahap. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeliharaan rutin terhadap pohon-pohon di tepi jalan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali dan agar aktivitas warga terganggu di masa mendatang dapat dihindari. Pihak DLHK Kota Kediri berjanji akan melakukan pemeriksaan lebih intensif terhadap kondisi pohon-pohon besar di seluruh wilayah kota.

Grebek Serentak! Operasi Berantas Narkoba di Kediri Amankan 14 Tersangka

Aparat kepolisian Resor Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam berantas narkoba dengan menggelar operasi serentak di berbagai lokasi yang disinyalir menjadi sarang peredaran narkotika. Operasi yang dilaksanakan pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 24-25 April 2025, berhasil mengamankan 14 orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan berantas narkoba di wilayah hukum Polres Kediri.

Operasi yang melibatkan puluhan personel dari berbagai satuan, termasuk Satuan Reserse Narkoba, Satuan Sabhara, dan Brimob Polres Kediri, menyasar sejumlah tempat seperti rumah kos, kontrakan, dan lokasi yang kerap dijadikan tempat transaksi narkoba di wilayah Kota Kediri dan Kabupaten Kediri. Dalam operasi berantas narkoba yang berlangsung beberapa jam tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa berbagai jenis narkotika, alat hisap sabu (bong), timbangan digital, dan uang tunai yang diduga hasil penjualan narkoba.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kediri, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budi Santoso, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Kediri pada Jumat pagi, 25 April 2025, membenarkan adanya operasi berantas narkoba skala besar tersebut. “Kami telah berhasil mengamankan 14 orang tersangka dari berbagai jaringan peredaran narkoba di wilayah Kediri. Operasi ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus berantas narkoba hingga ke akar-akarnya demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” tegas AKBP Budi Santoso.

Para pelaku mengaku sudah sering menjual barang haram tersebut ke beberapa wilayah. Bahkan ada beberapa pembelinya yang masih di usia remaja dan pelajar.

Lebih lanjut, AKBP Budi Santoso menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih besar di atas para tersangka yang telah diamankan. Para tersangka akan dijerat dengan pasal-pasal terkait narkotika dengan ancaman hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus memberikan informasi terkait aktivitas peredaran narkoba di lingkungan masing-masing agar upaya berantas narkoba dapat berjalan lebih efektif. Operasi ini menjadi bukti keseriusan Polres Kediri dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayahnya.

5 Satwa Langka, Terancam Punah dan Upaya Penyelamatannya

Keanekaragaman hayati dunia sedang menghadapi krisis kepunahan. Artikel ini menyoroti lima satwa langka yang berada di ambang kepunahan dan upaya intensif yang dilakukan untuk penyelamatan satwa liar ini. Memahami kondisi mereka dan tindakan yang diambil adalah kunci untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap konservasi satwa.

  1. Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus): Dengan populasi yang sangat kecil di Ujung Kulon, badak jawa menghadapi ancaman hilangnya habitat dan perburuan. Upaya penyelamatan fokus pada pengamanan habitat dan patroli anti-perburuan.
  2. Orangutan Sumatera (Pongo abelii): Deforestasi dan perdagangan ilegal menjadi ancaman utama. Program konservasi orangutan meliputi rehabilitasi, reintroduksi, dan perlindungan hutan.
  3. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae): Hilangnya habitat dan perburuan liar terus mengancam populasi harimau sumatera. Upaya penyelamatan melibatkan penegakan hukum dan perlindungan kawasan hutan.
  4. Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata): Perdagangan ilegal cangkang dan kerusakan sarang menjadi ancaman serius. Konservasi penyu sisik melibatkan perlindungan sarang dan kampanye anti-perdagangan.
  5. Kakapo (Strigops habroptilus): Burung nokturnal endemik Selandia Baru ini rentan terhadap predator invasif. Program penyelamatan kakapo meliputi pemindahan ke pulau-pulau aman dan pemantauan intensif.

Upaya penyelamatan satwa liar ini membutuhkan kolaborasi global, dukungan pemerintah, keterlibatan masyarakat, dan inovasi dalam teknik konservasi. Melindungi satwa langka bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Masa depan spesies-spesies ini bergantung pada tindakan kita hari ini.

Keberhasilan penyelamatan satwa langka juga sangat bergantung pada pemahaman mendalam tentang ekologi dan perilaku masing-masing spesies. Penelitian ilmiah yang berkelanjutan memberikan informasi penting untuk merancang strategi konservasi yang efektif. Selain itu, peningkatan kesadaran publik melalui edukasi dan kampanye dapat mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan dukungan terhadap upaya perlindungan satwa liar.

Setiap individu memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan hidup satwa langka ini, mulai dari mendukung organisasi konservasi hingga membuat pilihan yang ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Masa depan biodiversitas bumi ada di tangan kita.

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan manfaat untuk para pembaca, terimakasih !

Tragedi di Kediri: Wanita Dibunuh Brutal Tepat di Depan Kamar Kekasih

Kabar duka dan tindakan kekerasan kembali menggemparkan wilayah Kediri, Jawa Timur. Seorang wanita dibunuh secara brutal tepat di depan kamar rumah pacarnya sendiri. Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat dini hari, 25 April 2025, sekitar pukul 01.30 WIB di sebuah rumah kontrakan yang terletak di Desa Sambirejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.

Korban yang diketahui bernama Ayu Lestari (24 tahun), ditemukan oleh pacarnya, Roni (25 tahun), saat ia hendak keluar rumah. Ayu ditemukan tergeletak di depan pintu kamar dengan luka parah akibat senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya. Sontak, Roni berteriak histeris dan meminta bantuan warga sekitar yang kemudian melaporkan kejadian wanita dibunuh ini ke Polsek Gampengrejo.

Petugas dari Polsek Gampengrejo yang segera tiba di lokasi kejadian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengidentifikasi korban. Tim Inafis Polres Kediri juga diterjunkan untuk membantu proses identifikasi dan mengumpulkan barang bukti. Berdasarkan hasil olah TKP awal, diduga kuat wanita dibunuh ini merupakan korban pembunuhan berencana.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Gampengrejo, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Soni Suhartanto, dalam keterangan persnya pada Jumat pagi, 25 April 2025, membenarkan adanya kasus wanita dibunuh tersebut. “Kami sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan ini. Beberapa saksi, termasuk pacar korban dan warga sekitar, telah kami mintai keterangan,” ujar AKP Soni Suhartanto di lokasi kejadian.

Warga sempat mendengar teriakan korban meskipun hanya sebentar, Tak lama ada beberapa warga langsung menuju rumah pelaku.

Jenazah wanita dibunuh tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian dan jenis senjata tajam yang digunakan pelaku. Pihak kepolisian belum dapat memberikan informasi lebih detail mengenai identitas pelaku maupun motif pembunuhan ini demi kelancaran proses penyelidikan. Kasus wanita dibunuh ini menimbulkan keresahan di kalangan warga setempat dan pihak kepolisian berjanji akan segera mengungkap kasus ini secepat mungkin serta menangkap pelakunya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kesaksian Tetangga Ungkap Kejanggalan dan Kepanikan Usai Anak di Cilandak Bunuh Ayah, Nenek, dan Tikam Ibunda

Kasus tragis seorang remaja berinisial MAS (14) yang tega menghabisi nyawa ayah kandungnya, APW (40), dan neneknya, RM (69), serta menikam ibunya, AP (40), di Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu (30/11/2024) dini hari, menyisakan duka mendalam dan cerita dari para tetangga yang menyaksikan kengerian tersebut.

Para tetangga yang tinggal di Perumahan Bona Indah, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, memberikan kesaksian yang menggambarkan kepanikan dan kengerian setelah peristiwa berdarah itu terjadi. Salah seorang tetangga bernama Nugroho menuturkan bahwa dirinya dihubungi oleh pihak keamanan perumahan sekitar pukul 01.30 WIB. Saat tiba di lokasi, ia mendapati ibu korban, AP, sudah berada di seberang rumah dengan kondisi berlumuran darah.

“Jadi saya dateng jam setengah 2, itu ibu sudah ada di sini (seberang rumah lokasi kejadian), ada bekas darahnya di situ. Iya di sini. Saya dihubungi, kemudian datang,” kata Nugroho di lokasi kejadian, Minggu (1/12/2024). Ia melihat korban AP dalam kondisi sadar namun lemas, dengan pakaian yang sudah basah oleh darah.  

Kesaksian lain datang dari seorang sekuriti perumahan bernama Agus. Ia melihat pelaku, MAS, berjalan kaki dengan cepat di taman perumahan setelah kejadian. Saat ditegur, MAS justru melarikan diri. Agus bersama sekuriti lain berhasil menangkap pelaku yang saat itu pakaiannya sudah berlumuran darah.

Para tetangga juga mengungkapkan bahwa keluarga korban dikenal tertutup. Namun, terungkap bahwa nenek korban, RM, dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan sekitar, termasuk menjadi pengurus pemandi jenazah di masjid.

Pihak kepolisian telah mengambil keterangan dari sejumlah tetangga sebagai bagian dari proses penyelidikan. Kesaksian-kesaksian ini dianggap penting untuk mengungkap kronologi kejadian dan motif pelaku. Berdasarkan keterangan polisi, MAS diduga melakukan penyerangan saat korban sedang tertidur dan menusuk secara acak di berbagai bagian tubuh.

Tragedi ini mengejutkan warga sekitar dan menimbulkan keprihatinan mendalam. Kesaksian para tetangga memberikan gambaran sekilas tentang situasi setelah kejadian mengerikan tersebut terjadi.

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan manfaat untuk para pembaca, terimakasih !

Eratkan Silaturahmi, Kapolres Kediri Ikuti Salat Subuh Berjamaah Bersama Warga

Momentum kebersamaan dan kedekatan antara aparat kepolisian dengan masyarakat kembali terlihat di Kabupaten Kediri. Pada Kamis (24/04/2025) pagi, Kapolres Kediri, AKBP Budi Santoso, S.I.K., M.H., menunjukkan komitmennya dalam menjalin silaturahmi dengan warga dengan mengikuti Salat Subuh berjamaah di Masjid Agung An-Nur, yang terletak di pusat Kota Kediri. Kehadiran Kapolres dalam ibadah Salat Subuh ini disambut hangat oleh para jamaah dan tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan Salat Subuh berjamaah ini bukan hanya sekadar rutinitas ibadah, namun juga menjadi wadah yang efektif bagi Kapolres untuk berinteraksi langsung dengan warga. Usai melaksanakan Salat Subuh, AKBP Budi Santoso menyempatkan diri untuk berdialog dan bertukar sapa dengan para jamaah. Dalam suasana yang penuh keakraban, berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat terkait keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar disampaikan kepada Kapolres. AKBP Budi Santoso pun mendengarkan dengan saksama dan memberikan tanggapan serta solusi atas permasalahan yang ada.

Kehadiran Kapolres dalam Salat Subuh berjamaah ini merupakan bagian dari program rutin Polres Kediri dalam rangka meningkatkan sinergitas antara kepolisian dan masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, diharapkan tercipta hubungan yang lebih harmonis dan saling percaya antara aparat penegak hukum dan warga. Kapolres Kediri menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan. “Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat Kediri, mendengarkan aspirasi mereka, dan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya usai melaksanakan Salat Subuh.

Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan Salat Subuh berjamaah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara polisi dan warga, diharapkan informasi terkait potensi gangguan keamanan dapat lebih cepat disampaikan dan ditindaklanjuti. Kegiatan Salat Subuh bersama ini menjadi contoh nyata bagaimana kebersamaan dan komunikasi yang baik dapat menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di Kabupaten Kediri. Rencananya, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara bergilir di berbagai masjid di wilayah hukum Polres Kediri.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Harian Kediri

Theme by Anders NorenUp ↑