Sebuah tragedi kebakaran melanda salah satu asrama di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu (26/04/2025) dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB ini menyebabkan kepanikan di kalangan santri dan mengakibatkan puluhan di antaranya mengalami sesak nafas akibat asap tebal.
Informasi mengenai tragedi kebakaran ini dengan cepat menyebar di kalangan masyarakat Kediri dan sekitarnya. Petugas pemadam kebakaran dari Kota Kediri segera tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang melalap salah satu bangunan asrama putra.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri, Bapak Nur Khamid, yang juga membawahi unit pemadam kebakaran, membenarkan adanya tragedi kebakaran di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo. Pihaknya menjelaskan bahwa api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu kamar asrama.
“Kami menerima laporan kebakaran di Ponpes Lirboyo sekitar pukul 02.15 WIB dan langsung bergerak cepat menuju lokasi. Api berhasil kami padamkan sekitar satu jam kemudian. Namun, akibat asap tebal yang memenuhi asrama, puluhan santri mengalami sesak nafas dan harus mendapatkan penanganan medis,” ujar Bapak Nur Khamid di lokasi kejadian, Sabtu pagi.
Data sementara dari pihak pesantren dan petugas kesehatan mencatat sebanyak 35 santri mengalami gejala sesak nafas ringan hingga sedang. Mereka segera dievakuasi ke klinik pesantren dan beberapa rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan oksigen dan pemeriksaan lebih lanjut. Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam tragedi kebakaran ini.
Kapolsek Mojoroto, Kompol Didik Tri Wahyudi, juga berada di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran. Pihaknya akan berkoordinasi dengan tim forensik untuk memastikan apakah ada faktor lain di balik tragedi kebakaran ini.
“Kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara adalah korsleting listrik, namun kami tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain. Kami juga telah meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk para santri dan pengurus pesantren,” kata Kompol Didik Tri Wahyudi.
Pengurus Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Anwar Manshur, menyampaikan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada petugas pemadam kebakaran dan pihak-pihak lain yang telah membantu menangani tragedi kebakaran ini. Pihak pesantren akan segera melakukan perbaikan terhadap asrama yang terbakar dan memastikan keamanan seluruh santri. Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di lingkungan padat seperti pondok pesantren.