Kejahatan siber berbasis rekayasa sosial kembali memakan korban di wilayah Kediri dan sekitarnya. Modus penipuan yang sangat rapi ini menggunakan kiriman Link Paket di WhatsApp yang berpura-pura dikirim oleh kurir ekspedisi terkenal. Korban biasanya menerima pesan berisi foto paket yang sedikit buram disertai dengan tautan atau file dengan ekstensi .APK yang diklaim sebagai rincian resi atau alamat pengiriman. Sayangnya, banyak warga yang masih kurang waspada dan langsung mengklik tautan tersebut karena merasa memang sedang menunggu pesanan barang dari toko daring.
Sesaat setelah korban mengklik Link Paket di WhatsApp tersebut, sebuah aplikasi berbahaya (malware) akan terpasang di ponsel secara otomatis tanpa disadari. Aplikasi ini bekerja di latar belakang untuk mencuri data pribadi, merekam ketikan layar (keylogging), hingga mengambil alih akses ke aplikasi perbankan (mobile banking) milik korban. Akibatnya, dalam hitungan menit setelah mengklik tautan tersebut, saldo di rekening korban ludes ditransfer oleh pelaku ke rekening penampung. Kejadian ini dialami oleh salah satu warga Kediri yang mengaku kehilangan puluhan juta rupiah hanya karena rasa penasaran ingin mengecek paketnya.
Pihak kepolisian dari Polres Kediri telah mengeluarkan peringatan keras agar masyarakat tidak sembarangan membuka file atau tautan dari nomor yang tidak dikenal. Penipuan dengan Link Paket di WhatsApp ini merupakan varian dari serangan phishing yang memanfaatkan kelengahan psikologis manusia. Perlu diingat bahwa perusahaan ekspedisi resmi tidak pernah meminta pelanggan untuk mengunduh aplikasi tambahan lewat chat untuk sekadar mengecek status pengiriman. Semua pelacakan paket seharusnya dilakukan melalui situs web resmi atau aplikasi perusahaan yang tersedia di Play Store atau App Store.
Meningkatkan literasi digital adalah benteng utama dalam menghadapi gelombang kejahatan siber di tahun 2026. Jika Anda mendapatkan pesan mencurigakan berisi Link Paket di WhatsApp, langkah terbaik adalah segera menghapus pesan tersebut dan memblokir nomor pengirimnya. Bagi mereka yang sudah terlanjur mengklik, segera lakukan reset pabrik pada ponsel dan hubungi pihak bank untuk memblokir rekening sementara guna mencegah kerugian yang lebih besar. Waspadalah, karena para penipu selalu mencari celah dari ketidaktahuan kita untuk menguras habis jerih payah yang telah kita kumpulkan.