Jaranan kediri merupakan seni pertunjukan rakyat yang sangat populer di Jawa Timur, menghadirkan atraksi tari kuda lumping yang diiringi musik alunan bumbung. Para penari tampil sangat gagah menunggangi tiruan kuda yang terbuat dari anyaman bambu sambil memperagakan gerakan tari prajurit berkuda yang tangguh. Musik pengiring yang memanfaatkan kombinasi instrumen angklung bambu, kendang, dan terompet menghasilkan irama dinamis yang membakar semangat penari. Pertunjukan seni rakyat ini selalu berhasil menyedot antusiasme ribuan penonton dari berbagai lapisan usia di lapangan.

Sensasi utama dari pertunjukan seni rakyat ini terletak pada perpaduan antara keindahan estetika gerakan tari dan atraksi ketangkasan fisik para pemainnya. Pada babak tertentu, beberapa penari akan mengalami kondisi kesurupan atau trance di mana mereka memperagakan aksi-aksi atraksi ajaib di luar nalar manusia. Kesenian Jaranan kediri ini mengandung nilai filosofis tentang pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan di dalam kehidupan manusia di dunia. Kehadiran seni pertunjukan ini di tengah masyarakat menjadi wadah hiburan merakyat yang sangat mempererat tali persaudaraan antarwarga kampung.

Upaya pelestarian kesenian ini dilakukan secara masif melalui pembentukan ribuan grup atau paguyuban kesenian yang tersebar di seluruh pelosok desa. Pembinaan kepada para pemain muda dilakukan sejak usia dini untuk melatih kedisiplinan gerak tari serta penguasaan alat musik bambu pengiring acara. Pertunjukan Jaranan kediri kini telah dikemas lebih tertata dan aman tanpa mengurangi nuansa magis serta keaslian tradisi yang dimilikinya. Festival pementasan rutin tahunan diselenggarakan oleh pemerintah daerah guna menentukan paguyuban terbaik yang berhak tampil di ajang tingkat provinsi.

Dukungan dari sektor pariwisata daerah menjadikan seni pertunjukan ini sebagai agenda pertunjukan budaya wajib bagi para wisatawan luar daerah yang berkunjung. Komoditas pembuatan properti jaranan seperti kepang bambu, topeng barongan, dan kostum tari memberikan dampak ekonomi positif bagi para pengrajin lokal. Kehadiran promosi digital melalui media sosial semakin mempopulerkan pertunjukan seni rakyat ini ke kalangan anak muda generasi kota modern. Sinergi ini menjamin keberlanjutan hidup kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman.

Keberadaan seni pertunjukan tradisional yang hidup subur di tengah masyarakat ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan budaya leluhur pada jiwa warga Kediri. Generasi muda diajak untuk terus bangga dan terlibat aktif dalam menjaga keutuhan seni pertunjukan rakyat milik daerah sendiri. Dengan terus mengapresiasi karya seni lokal, identitas kebudayaan bangsa akan tetap berdiri kokoh dan tidak mudah tergerus arus globalisasi. Mari kita lestarikan seni pertunjukan jaranan sebagai bagian dari keanekaragaman budaya Nusantara.