Page 54 of 62

Oknum Aparat Tercoreng: Petugas Kepolisian Ditangkap Terlibat Pesta Sabu di Patsus Propam Kediri

Sebuah insiden memalukan kembali mencoreng citra kepolisian. Seorang oknum petugas kepolisian di Kediri, Jawa Timur, ditangkap setelah kedapatan terlibat pesta sabu di ruang tahanan khusus (Patsus) Seksi Propam Polres Kediri Kota. Penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan dari Propam Polda Jatim pada hari Minggu, 20 April 2025, sekitar pukul 21.00 WIB.

Informasi mengenai adanya terlibat pesta sabu yang dilakukan oleh anggota kepolisian ini berawal dari laporan masyarakat yang diterima oleh Propam Polda Jatim. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan tertutup, tim Propam Polda Jatim bergerak cepat dan melakukan penggerebekan di Patsus Propam Polres Kediri Kota. Hasilnya, petugas mendapati seorang anggota polisi aktif berinisial Bripka AS (35 tahun) sedang mengkonsumsi narkotika jenis sabu bersama dua orang warga sipil.

Kepala Bidang Propam Polda Jatim, Kombes Pol. Imam Santoso, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Jatim pada Senin pagi, 21 April 2025, membenarkan adanya penangkapan anggotanya yang terlibat pesta sabu tersebut. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Tidak ada toleransi bagi anggota Polri yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Yang bersangkutan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan kode etik kepolisian,” tegas Kombes Pol. Imam Santoso.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sisa sabu, alat hisap (bong), dan beberapa telepon genggam. Dua orang warga sipil yang turut terlibat pesta sabu bersama Bripka AS juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kombes Pol. Imam Santoso menambahkan bahwa pihaknya akan mendalami lebih lanjut bagaimana narkoba tersebut bisa masuk ke dalam ruang tahanan Propam.

Insiden ini menjadi tamparan keras bagi institusi kepolisian dan menunjukkan bahwa pengawasan internal perlu ditingkatkan secara signifikan. Pihak Propam Polda Jatim berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait standar operasional prosedur (SOP) pengamanan tahanan dan melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang terbukti melanggar. Penangkapan Bripka AS yang terlibat pesta sabu ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota kepolisian untuk menjauhi narkoba dan menjaga integritas sebagai penegak hukum. Proses hukum terhadap Bripka AS dan dua warga sipil tersebut akan terus berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menyaksikan Kemegahan Abadi di San Diego Hills Karawang

San Diego Hills Memorial Park and Cemetery di Karawang bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, melainkan sebuah kompleks pemakaman yang dirancang dengan konsep kemegahan dan keindahan. Mengunjungi tempat ini memberikan perspektif yang berbeda tentang pemakaman, lebih sebagai penghormatan abadi dalam lingkungan yang asri dan terawat.

Memasuki kawasan San Diego Hills, pengunjung akan disuguhi hamparan taman hijau yang luas, danau buatan yang tenang, serta arsitektur bangunan dan monumen yang elegan. Konsepnya yang terinspirasi dari taman-taman indah di dunia menciptakan suasana yang damai dan khidmat, jauh dari kesan suram yang seringkali melekat pada pemakaman tradisional.

Salah satu daya tarik utama San Diego Hills Karawang adalah keberagaman pilihan lahan pemakaman, mulai dari private estate, garden estate, hingga single burial. Setiap area dirancang dengan tema yang berbeda, menampilkan keunikan dan keindahan tersendiri. Material berkualitas tinggi dan penataan lanskap yang profesional semakin menambah kesan mewah dan eksklusif.

Selain area pemakaman, San Diego Hills juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang lengkap, seperti masjid, gereja, kapel, function hall, restoran, hingga toko bunga. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi keluarga yang berziarah maupun yang mengadakan acara peringatan. Keberadaan fasilitas ini menunjukkan komitmen San Diego Hills untuk memberikan pelayanan yang komprehensif.

Lebih dari sekadar tempat pemakaman, San Diego Hills juga sering menjadi tujuan wisata religi dan ziarah. Banyak pengunjung yang datang untuk mengenang orang-orang terkasih dalam suasana yang tenang dan indah. Keberadaan monumen-monumen megah dan desain lanskap yang memukau menjadikannya tempat yang layak untuk dikunjungi dan direnungkan.

Kemegahan San Diego Hills tidak hanya terletak pada fisik bangunannya, tetapi juga pada konsep penghormatan yang diusungnya. Tempat ini menjadi simbol cinta dan kenangan abadi bagi keluarga yang ditinggalkan, sebuah oase kedamaian di tengah hiruk pikuk kehidupan.

Keamanan dan privasi juga menjadi prioritas di San Diego Hills. Sistem keamanan 24 jam dan penataan area yang terstruktur memberikan rasa nyaman dan tenang bagi para peziarah. Konsep one-stop service yang ditawarkan semakin memudahkan keluarga dalam mengurus berbagai keperluan terkait pemakaman dan peringatan.

Seorang Ibu Diperkosa 2 Pria Setelah Kunjungi Anak Mondok di Kediri

Sebuah peristiwa pilu dan keji menimpa seorang ibu di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Usai mengunjungi anaknya yang sedang menimba ilmu di sebuah pondok pesantren, ibu diperkosa oleh dua orang pria tak dikenal. Kasus ini sontak membuat geram masyarakat dan kini tengah dalam penanganan serius pihak kepolisian setempat.

Menurut keterangan resmi dari Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kediri, Ajun Komisaris Besar Polisi Arif Kurniawan, S.I.K., M.H., peristiwa ibu diperkosa ini terjadi pada hari Sabtu, 19 April 2025, sekitar pukul 16.00 WIB di area persawahan yang terletak tidak jauh dari lingkungan Pondok Pesantren Al-Barokah di Kecamatan Grogol, Kediri. Korban diketahui berinisial ST (42 tahun), warga Kecamatan Mojo, Kediri.

AKBP Arif Kurniawan menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari korban pada hari Minggu, 20 April 2025, pagi. Dalam laporannya, korban menceritakan kronologi kejadian yang mengerikan tersebut. Setelah selesai menjenguk anaknya di pesantren, korban hendak kembali ke rumah dengan berjalan kaki karena lokasi pesantren yang tidak terlalu jauh dari jalan utama. Namun, di tengah perjalanan melalui area persawahan yang sepi, korban tiba-tiba dicegat oleh dua orang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor.

“Korban mengaku dipepet oleh dua orang pelaku yang kemudian memaksa korban untuk mengikuti mereka ke tempat yang lebih terpencil di area persawahan tersebut. Di sanalah, korban mengalami tindakan ibu diperkosa oleh kedua pelaku secara bergilir,” ujar AKBP Arif Kurniawan dalam konferensi pers di Mapolres Kediri pada hari Minggu, 20 April 2025, pukul 15.00 WIB.

Lebih lanjut, AKBP Arif Kurniawan mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti serta keterangan saksi-saksi. Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri saat ini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap kedua pelaku berdasarkan ciri-ciri yang telah diidentifikasi oleh korban.

“Kami telah membentuk tim khusus untuk segera menangkap kedua pelaku. Kami mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini atau mengenali ciri-ciri pelaku untuk segera melapor kepada pihak kepolisian,” tegas AKBP Arif Kurniawan. Pihaknya juga telah memberikan pendampingan psikologis kepada korban untuk membantu memulihkan trauma yang dialaminya.

Kasus ibu diperkosa ini menjadi perhatian serius Polres Kediri. Pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya meningkatkan keamanan dan kewaspadaan, terutama di area-area yang rawan dan sepi. Polres Kediri mengimbau kepada masyarakat, khususnya wanita, untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas sendirian, terutama di tempat yang terpencil.

Polisi Tangkap Kakak Pembunuh Adik Dalam Gang di Kediri

Sebuah peristiwa tragis menggemparkan warga Kediri, Jawa Timur, di mana seorang kakak pembunuh adik kandungnya sendiri berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian tidak lama setelah kejadian. Insiden berdarah ini terjadi di dalam sebuah gang sempit di kawasan padat penduduk, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan tetangga sekitar.

Menurut laporan yang diterima oleh Polsek Kediri Kota pada Minggu dini hari, 20 April 2025, sekitar pukul 01.30 WIB, warga setempat melaporkan adanya keributan dan penemuan seorang pria tergeletak bersimbah darah di dalam sebuah gang di Kelurahan Setonogedong. Petugas kepolisian yang segera tiba di lokasi menemukan korban, yang kemudian diketahui berinisial RA (25 tahun), dalam kondisi meninggal dunia akibat luka tusuk.

Tidak jauh dari lokasi penemuan jenazah, petugas berhasil mengamankan terduga pelaku, yang tak lain adalah kakak kandung korban sendiri, berinisial AN (30 tahun). Kakak pembunuh tersebut ditangkap tanpa perlawanan saat bersembunyi di salah satu sudut gang. Penangkapan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kediri Kota, Kompol. Didik Tri Wahyudi, yang berada di lokasi kejadian untuk mengawal proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa tragis ini. Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti di lokasi, kuat dugaan pelaku adalah kakak kandung korban sendiri. Pelaku, yang kini kami amankan, mengakui perbuatannya,” ujar Kompol. Didik Tri Wahyudi saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian pada Minggu pagi, 20 April 2025.

Motif di balik aksi kakak pembunuh ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri Kota. Informasi awal yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan bahwa antara pelaku dan korban memang sering terjadi perselisihan terkait masalah keluarga. Namun, belum dapat dipastikan apakah perselisihan tersebut menjadi pemicu utama aksi pembunuhan ini.

Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian. Sementara itu, kakak pembunuh kini mendekam di sel tahanan Polsek Kediri Kota untuk menjalani pemeriksaan intensif. Pihak kepolisian akan menjerat pelaku dengan pasal tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keharmonisan dalam keluarga dan menyelesaikan setiap permasalahan dengan cara yang baik dan tanpa kekerasan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan segala bentuk potensi konflik atau tindak kekerasan kepada pihak berwajib agar dapat dicegah sedini mungkin.

Tragis di Tol Jagorawi: Fortuner Tabrak Truk, Renggut 2 Nyawa

Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas jalan tol Indonesia. Kali ini, sebuah mobil Toyota Fortuner berwarna hitam mengalami kecelakaan tragis di Tol Jagorawi KM 36.460 jalur A (arah Jakarta menuju Bogor), wilayah Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Insiden yang terjadi pada Minggu dini hari, 14 Januari 2024, sekitar pukul 04.15 WIB ini mengakibatkan dua orang penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, mobil Fortuner dengan nomor polisi F 1356 GM tersebut melaju dari arah Jakarta menuju Bogor di lajur 1. Setibanya di lokasi kejadian, mobil yang dikemudikan oleh seorang pria berinisial L (23) diduga menabrak bagian belakang sebuah truk yang tidak diketahui nomor polisinya karena langsung melanjutkan perjalanan.

Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan mobil Fortuner hingga रिंगसेक. Dua penumpang yang duduk di sisi kiri mobil, masing-masing berinisial RM (20) dan AN (21), meninggal dunia akibat luka parah yang mereka alami. Keduanya sempat terjepit bodi mobil dan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan evakuasi.

Sementara itu, pengemudi Fortuner, L, dan satu penumpang lainnya berinisial RI (29) mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Mayapada Bogor untuk mendapatkan perawatan medis. Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Bogor telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Penyebab pasti kecelakaan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada kurangnya antisipasi dan jarak aman antara mobil Fortuner dengan truk di depannya. Keterangan dari saksi-saksi juga tengah dikumpulkan untuk melengkapi proses investigasi.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan tol untuk selalu berhati-hati, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, dan memastikan kondisi fisik prima saat berkendara. Kecelakaan di Tol Jagorawi ini menambah daftar panjang insiden serupa yang seharusnya menjadi pelajaran berharga demi keselamatan bersama di jalan raya.

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan manfaat untuk para pembaca, terimakasih !

Buang Rokok Sembarangan 9 Ruko Terbakar di Karawan

Sebanyak sembilan unit ruko terbakar di kawasan padat pertokoan Jalan Ahmad Yani, Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Kebakaran hebat yang terjadi pada Senin dini hari, 21 April 2025, sekitar pukul 01.00 WIB ini diduga kuat disebabkan oleh tindakan ceroboh seseorang yang membuang puntung rokok sembarangan. Api dengan cepat merambat dan melalap bangunan ruko terbakar yang sebagian besar berisi barang dagangan mudah terbakar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Karawang, Drs. H. Bambang Nurdiansyah, M.Si., menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian ruko terbakar sekitar pukul 01.15 WIB. Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai pos di Karawang segera dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

“Kami menerima informasi dari warga adanya kobaran api yang besar di deretan ruko Jalan Ahmad Yani. Setelah tiba di lokasi, api sudah membesar dan merambat dengan cepat ke ruko-ruko di sebelahnya,” ujar Drs. H. Bambang Nurdiansyah saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian pada Senin pagi. Beliau menambahkan bahwa proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena banyaknya material mudah terbakar di dalam ruko terbakar tersebut.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi, api pertama kali terlihat dari salah satu ruko yang menjual pakaian. Diduga, puntung rokok yang dibuang sembarangan mengenai tumpukan kain dan dengan cepat memicu kobaran api. Angin yang bertiup cukup kencang pada dini hari itu mempercepat penyebaran api ke ruko-ruko lain di sekitarnya.

Kapolsek Karawang Kota, Kompol Nana Sutisna, S.H., yang turut berada di lokasi kejadian, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. “Dugaan sementara memang akibat puntung rokok. Namun, kami akan tetap melakukan olah TKP secara menyeluruh setelah api benar-benar padam dan situasi aman,” jelas Kompol Nana. Beliau memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ruko terbakar ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 03.30 WIB. Proses pendinginan masih terus dilakukan untuk mencegah adanya titik api yang kembali menyala. Sementara itu, pihak kepolisian melakukan pendataan terhadap pemilik ruko terbakar dan mengamankan lokasi kejadian untuk proses investigasi lebih lanjut.

Informasi Tambahan:

  • Lokasi Kejadian: Jalan Ahmad Yani, Karawang Barat, Kabupaten Karawang
  • Waktu Kejadian: Senin, 21 April 2025, sekitar pukul 01.00 WIB
  • Jumlah Ruko Terbakar: 9 unit
  • Kepala DPKP Karawang: Drs. H. Bambang Nurdiansyah, M.Si.
  • Kapolsek Karawang Kota: Kompol Nana Sutisna, S.H.
  • Dugaan Penyebab Kebakaran Awal: Puntung rokok yang dibuang sembarangan

Kejadian ruko terbakar ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan bahaya membuang puntung rokok sembarangan, terutama di lingkungan padat dan terdapat material mudah terbakar. Diharapkan, kejadian ini tidak terulang kembali di kemudian hari.

Tragis! Sering Tolak Ajakan Bercinta, Istri Dibakar Suami di Kediri dengan Keji

Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sangat tragis terjadi di Kediri, Jawa Timur. Seorang istri berinisial AS (30) menjadi korban istri dibakar oleh suaminya sendiri, IR (35). Tindakan keji istri dibakar ini diduga kuat dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati dan emosi pelaku lantaran korban sering menolak ajakannya untuk berhubungan intim. Peristiwa istri dibakar ini terjadi di kediaman mereka di wilayah Kecamatan Mojo pada Sabtu dini hari, 19 April 2025, sekitar pukul 02.00 WIB.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian Resor Kediri Kota yang menangani kasus ini, kejadian bermula dari cekcok mulut antara pelaku dan korban di dalam rumah mereka. Pertengkaran tersebut diduga dipicu oleh penolakan korban untuk berhubungan intim dengan pelaku. Dalam kondisi emosi yang memuncak, pelaku kemudian nekat menyiramkan бензин ke tubuh korban dan langsung menyulutnya dengan api.

Korban istri dibakar mengalami luka bakar yang sangat parah di sekujur tubuhnya. Warga sekitar yang mendengar teriakan korban berusaha memberikan pertolongan dan menghubungi pihak kepolisian serta petugas medis. Namun, luka bakar yang terlalu serius membuat nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Petugas kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri Kota yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan pelaku IR yang masih berada di sekitar rumah. Pelaku tidak melakukan perlawanan saat diamankan. Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya istri dibakar karena merasa marah dan sakit hati akibat sering ditolak oleh korban saat diajak berhubungan intim.

Kepala Satreskrim Polres Kediri Kota, AKP Fauzi Lubis, S.H., M.H., saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa istri dibakar tersebut. “Kami sangat menyesalkan kejadian tragis ini. Pelaku telah kami amankan dan akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Motif pelaku diduga kuat karena emosi sesaat akibat penolakan korban untuk berhubungan intim,” tegas AKP Fauzi Lubis. Pihaknya menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku dan mendalami lebih lanjut terkait latar belakang permasalahan rumah tangga korban. Pelaku akan dijerat dengan pasal tentang kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang dengan ancaman hukuman pidana yang berat. Peristiwa istri dibakar ini menjadi pengingat akan pentingnya pengendalian emosi dan penyelesaian masalah secara damai dalam rumah tangga.

Unik! Mengintip “Bengkel Burung” di Madiun: Solusi Jitu untuk Burung Kesayangan yang Macet Bunyi

Bagi para pecinta burung berkicau, suara merdu peliharaan adalah kebanggaan tersendiri. Namun, tak jarang burung kesayangan mengalami masalah “mogok” berkicau. Di Madiun, Jawa Timur, fenomena unik hadir sebagai solusi: “bengkel burung”. Ya, layaknya kendaraan bermotor, burung yang bermasalah dengan kicauannya bisa “diservis” di tempat khusus ini.

Bengkel burung di Madiun ini bukan bengkel fisik dengan peralatan mekanik, melainkan tempat berkumpulnya para ahli dan penggemar burung yang memiliki pengetahuan mendalam tentang perilaku dan perawatan burung berkicau. Mereka menawarkan berbagai solusi untuk mengatasi burung yang tiba-tiba berhenti berkicau atau kualitas kicaunya menurun.

Layanan yang ditawarkan di “bengkel” ini beragam. Mulai dari diagnosis penyebab burung macet bunyi, yang bisa disebabkan oleh stres, perubahan lingkungan, pola makan yang tidak tepat, hingga masalah kesehatan. Para ahli akan memberikan saran dan solusi yang tepat, seperti perubahan pola rawatan, pemberian pakan khusus, terapi lingkungan, hingga pengobatan jika diperlukan.

Uniknya, beberapa “bengkel burung” ini juga menerapkan metode tradisional atau alami untuk memulihkan semangat berkicau burung. Misalnya, penggunaan ramuan herbal, terapi embun, atau teknik pemasteran khusus yang disesuaikan dengan kondisi burung. Suasana kekeluargaan dan berbagi pengalaman antar penggemar juga menjadi daya tarik tersendiri dari tempat ini.

Keberadaan “bengkel burung” di Madiun ini menjadi angin segar bagi para pemilik burung yang frustrasi dengan peliharaannya yang enggan berkicau. Mereka tidak hanya mendapatkan solusi praktis, tetapi juga edukasi mengenai cara merawat burung berkicau dengan baik dan benar. Tempat ini menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan mempererat tali silaturahmi antar komunitas pecinta burung.

Fenomena “bengkel burung” di Madiun ini menunjukkan betapa besar kecintaan masyarakat terhadap burung berkicau. Mereka rela mencari solusi hingga ke tempat yang unik demi mengembalikan kemerduan suara burung kesayangannya. Inisiatif ini patut diapresiasi sebagai bentuk kearifan lokal dalam merawat dan melestarikan satwa peliharaan.

Para “mekanik” burung ini tak jarang memiliki trik unik yang diwariskan secara turun-temurun, menambah daya tarik tersendiri bagi para pencinta burung yang mencari solusi alternatif untuk peliharaannya.

Tak Senang Ditegur Sopir Bus Ajak Berkelahi Pengemudi Pikap di Kediri

Insiden adu fisik kembali terjadi di jalan raya. Kali ini, seorang sopir bus berinisial AS (42) terlibat sopir berkelahi dengan seorang pengemudi mobil pikap bernama DS (35) di Jalan Raya Kediri-Blitar, tepatnya di wilayah Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu pagi, 19 April 2025, sekitar pukul 09.30 WIB ini dipicu oleh rasa tidak senang AS setelah ditegur oleh DS terkait cara mengemudinya yang dinilai membahayakan.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, DS yang mengendarai mobil pikap di belakang bus yang dikemudikan AS merasa terganggu dengan manuver bus yang zig-zag dan seringkali memakan jalur lawan. Khawatir akan terjadinya kecelakaan, DS kemudian membunyikan klakson dan memberikan teguran secara lisan saat kedua kendaraan berhenti karena lampu lalu lintas. Namun, teguran tersebut justru membuat AS naik pitam dan terjadilah sopir berkelahi.

Kapolsek Kras, AKP Bambang Sugiarto, S.H., yang dikonfirmasi terkait kejadian tersebut membenarkan adanya insiden sopir berkelahi tersebut. “Kami menerima laporan dari warga terkait adanya keributan antar pengemudi di jalan raya. Setelah petugas kami tiba di lokasi, didapati dua orang pengemudi yang terlibat adu fisik,” ujar AKP Bambang Sugiarto di kantor Polsek Kras pada Sabtu siang.

Lebih lanjut, AKP Bambang Sugiarto menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan kedua sopir berkelahi tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Dari hasil pemeriksaan sementara, insiden ini bermula dari teguran seorang pengemudi pikap terhadap sopir bus terkait cara mengemudinya. Namun, sopir bus tidak terima dan malah mengajak berkelahi,” imbuh AKP Bambang Sugiarto. Akibat adu fisik tersebut, kedua pengemudi dilaporkan mengalami luka ringan.

Pihak kepolisian menyayangkan terjadinya insiden sopir berkelahi ini dan mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mengedepankan sikap sabar dan saling menghormati di jalan raya. Emosi sesaat dapat berakibat buruk dan melanggar hukum. Saat ini, kedua sopir berkelahi tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polsek Kras. Pihak kepolisian akan melakukan mediasi antara kedua belah pihak, namun tidak menutup kemungkinan adanya proses hukum lebih lanjut jika tidak ada penyelesaian damai. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga emosi dan etika berkendara demi keselamatan bersama.

Keji! Orang Tua Tega Aniaya Bayi Kandung Hingga Tewas dan Kubur di Depan Rumahnya, Kediri

Sebuah tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, di mana sepasang orang tua tega melakukan aniaya bayi kandungnya sendiri hingga meninggal dunia. Lebih mengerikan lagi, setelah aniaya bayi tersebut, pelaku kemudian menguburkan jasad buah hatinya di pekarangan depan rumah mereka. Kasus aniaya bayi yang menggemparkan warga Desa Sumberjo, Kecamatan Kandat ini, terungkap pada Sabtu pagi, 19 April 2025, setelah adanya laporan dari warga sekitar yang curiga dengan perilaku kedua pelaku. Aparat kepolisian Resor Kediri Kota segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua orang tua bejat tersebut.

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa pelaku yang merupakan pasangan suami istri berinisial AG (25 tahun) dan istrinya, ST (22 tahun), diduga telah melakukan tindakan penganiayaan bayi mereka yang baru berusia tiga bulan secara berulang kali. Motif aniaya bayi ini diduga kuat karena faktor ekonomi dan ketidaksiapan mental kedua pelaku dalam mengasuh anak. Puncaknya, pada Jumat malam, 18 April 2025, diduga terjadi penganiayaan yang menyebabkan bayi malang tersebut meninggal dunia. Untuk menutupi perbuatan kejinya, kedua pelaku kemudian dengan cara menguburkan jasad korban di pekarangan depan rumah mereka.

Kecurigaan warga muncul setelah beberapa hari tidak melihat keberadaan bayi tersebut dan mendapati gundukan tanah mencurigakan di depan rumah pelaku. Setelah didesak oleh warga, kedua pelaku akhirnya mengakui perbuatan penganiayaan yang telah mereka lakukan. Warga yang geram dengan pengakuan tersebut segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Petugas kepolisian Sektor Kandat yang tiba di lokasi segera melakukan penggalian dan menemukan jasad bayi malang tersebut.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kediri Kota, AKBP Wahyudi Heriawan, melalui keterangan pers pada Sabtu siang, 19 April 2025, membenarkan adanya kasus aniaya bayi yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri hingga menyebabkan kematian. “Kami sangat terkejut dan mengecam keras tindakan keji kedua pelaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kuat dugaan bahwa bayi tersebut meninggal dunia akibat aniaya bayi yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Kedua pelaku telah kami amankan dan akan kami jerat dengan pasal berlapis terkait kekerasan terhadap anak di bawah umur hingga menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal. Kami akan melakukan autopsi terhadap jasad korban untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya,” tegasnya. Kasus aniaya bayi ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan dukungan terhadap keluarga muda dalam mengasuh anak.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Harian Kediri

Theme by Anders Noren — Up ↑