Insiden adu fisik kembali terjadi di jalan raya. Kali ini, seorang sopir bus berinisial AS (42) terlibat sopir berkelahi dengan seorang pengemudi mobil pikap bernama DS (35) di Jalan Raya Kediri-Blitar, tepatnya di wilayah Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu pagi, 19 April 2025, sekitar pukul 09.30 WIB ini dipicu oleh rasa tidak senang AS setelah ditegur oleh DS terkait cara mengemudinya yang dinilai membahayakan.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, DS yang mengendarai mobil pikap di belakang bus yang dikemudikan AS merasa terganggu dengan manuver bus yang zig-zag dan seringkali memakan jalur lawan. Khawatir akan terjadinya kecelakaan, DS kemudian membunyikan klakson dan memberikan teguran secara lisan saat kedua kendaraan berhenti karena lampu lalu lintas. Namun, teguran tersebut justru membuat AS naik pitam dan terjadilah sopir berkelahi.

Kapolsek Kras, AKP Bambang Sugiarto, S.H., yang dikonfirmasi terkait kejadian tersebut membenarkan adanya insiden sopir berkelahi tersebut. “Kami menerima laporan dari warga terkait adanya keributan antar pengemudi di jalan raya. Setelah petugas kami tiba di lokasi, didapati dua orang pengemudi yang terlibat adu fisik,” ujar AKP Bambang Sugiarto di kantor Polsek Kras pada Sabtu siang.

Lebih lanjut, AKP Bambang Sugiarto menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan kedua sopir berkelahi tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Dari hasil pemeriksaan sementara, insiden ini bermula dari teguran seorang pengemudi pikap terhadap sopir bus terkait cara mengemudinya. Namun, sopir bus tidak terima dan malah mengajak berkelahi,” imbuh AKP Bambang Sugiarto. Akibat adu fisik tersebut, kedua pengemudi dilaporkan mengalami luka ringan.

Pihak kepolisian menyayangkan terjadinya insiden sopir berkelahi ini dan mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mengedepankan sikap sabar dan saling menghormati di jalan raya. Emosi sesaat dapat berakibat buruk dan melanggar hukum. Saat ini, kedua sopir berkelahi tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polsek Kras. Pihak kepolisian akan melakukan mediasi antara kedua belah pihak, namun tidak menutup kemungkinan adanya proses hukum lebih lanjut jika tidak ada penyelesaian damai. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga emosi dan etika berkendara demi keselamatan bersama.