Page 39 of 50

Wujudkan Petani Milenial Berdaya, Sinergi dengan HKTI Jawa Barat Sangat Diharapkan

Masa depan pertanian Jawa Barat terletak di tangan generasi mudanya. Para petani milenial memiliki potensi besar untuk mentransformasi sektor ini dengan inovasi dan semangat baru. Namun, untuk benar-benar mewujudkan petani milenial berdaya, diperlukan sinergi yang kuat dan terarah, dan kolaborasi dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat (Jabar) menjadi harapan besar.

Sinergi antara petani milenial dengan HKTI Jawa Barat dapat menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. HKTI dengan pengalaman dan jaringannya yang luas dapat menjadi mentor, fasilitator, dan advokat bagi para petani muda ini. Mereka dapat membantu dalam mengakses program-program pemerintah, memberikan pelatihan teknis dan manajemen, serta membuka peluang pasar yang lebih luas. Di sisi lain, petani milenial dengan keahlian digital dan gagasan segar mereka dapat membawa inovasi dan efisiensi dalam praktik pertanian.

Untuk mewujudkan petani milenial berdaya, sinergi ini perlu diimplementasikan dalam berbagai aspek. Mulai dari pendampingan dalam penggunaan teknologi pertanian modern, akses permodalan dengan skema yang sesuai dengan kebutuhan petani muda, hingga bantuan dalam pemasaran produk melalui platform digital dan jaringan yang dimiliki HKTI. Selain itu, HKTI Jawa Barat juga dapat berperan aktif dalam menyuarakan aspirasi petani milenial kepada para pembuat kebijakan.

Dengan sinergi yang solid, diharapkan para petani milenial Jawa Barat dapat tumbuh menjadi petani yang berdaya secara ekonomi, memiliki pengetahuan yang mumpuni, dan mampu berkontribusi secara signifikan terhadap ketahanan pangan daerah dan nasional. Kolaborasi yang erat dengan HKTI Jawa Barat adalah langkah strategis untuk membuka jalan bagi kesuksesan petani milenial dan memajukan sektor pertanian Jawa Barat ke arah yang lebih modern dan berkelanjutan. Saatnya sinergi ini diwujudkan demi masa depan pertanian yang gemilang.

Sinergi yang diharapkan dengan HKTI Jawa Barat juga mencakup pembentukan wadah atau forum khusus bagi petani milenial untuk saling berinteraksi, bertukar ide, dan membangun jaringan. HKTI dapat memfasilitasi pertemuan, workshop, dan studi banding yang akan memperkaya pengetahuan dan keterampilan para petani muda ini, sehingga mereka semakin berdaya dan mampu menghadapi tantangan di sektor pertanian.

Tindak Tegas! Polisi Bubarkan Balap Liar, Belasan Remaja Diamankan di Kediri

Aparat kepolisian dari Polres Kediri Kota menunjukkan ketegasannya dalam memberantas aktivitas balap liar yang meresahkan masyarakat. Dalam operasi yang digelar pada dini hari tadi, Selasa, 29 April 2025, petugas berhasil membubarkan aksi balap liar dan mengamankan belasan remaja beserta kendaraan mereka di kawasan Jalan Raya Lingkar Timur (JLKT), Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Operasi penertiban balap liar ini dilakukan setelah pihak kepolisian menerima banyak laporan dari warga sekitar yang merasa terganggu dengan aktivitas ilegal tersebut, terutama pada malam hingga dini hari. Suara bising knalpot racing dan aksi kebut-kebutan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain menjadi keluhan utama masyarakat. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari Satuan Lalu Lintas dan Satuan Sabhara Polres Kediri Kota bergerak cepat menuju lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar.

Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 01.30 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, puluhan remaja tampak sedang bersiap untuk melakukan aksi balap liar atau bahkan sedang beradu kecepatan di jalan raya. Kedatangan polisi secara mendadak membuat para pelaku kocar-kacir berusaha melarikan diri. Namun, kesigapan petugas berhasil mengamankan sebanyak 17 remaja beserta 12 unit sepeda motor yang tidak соответствовать standar keselamatan dan kelengkapan surat-surat.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Bambang Sugiharto, melalui Kasat Lantas AKP Aris Setyawan, membenarkan adanya penangkapan belasan remaja yang terlibat balap liar tersebut. “Kami telah mengamankan 17 remaja beserta kendaraan mereka yang terlibat aksi balap liar di JLKT. Tindakan ini kami lakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat dan juga untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya saat memberikan keterangan di Mapolres Kediri Kota pada Selasa pagi.

Para remaja yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolres Kediri Kota untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Pihak kepolisian juga akan memanggil orang tua atau wali dari para remaja tersebut untuk diberikan pengarahan mengenai bahaya dan konsekuensi dari aksi balap liar. Selain itu, kendaraan yang tidak memiliki surat-surat lengkap atau tidak соответствовать standar akan dilakukan penilangan.

AKP Aris Setyawan menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli rutin dan tindakan tegas terhadap pelaku balap liar di wilayah hukum Polres Kediri Kota. “Kami tidak akan mentolerir aksi balap liar yang sangat meresahkan dan membahayakan ini. Kami mengimbau kepada para remaja untuk tidak terlibat dalam kegiatan ilegal ini dan lebih fokus pada kegiatan yang positif,” tegasnya. Langkah tegas dari Polres Kediri Kota ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku balap liar dan menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan tertib bagi seluruh masyarakat.

Cara Membuat Klepon Kenyal dan Lumer di Mulut, Resep Tradisional!

Ingin menikmati klepon dengan tekstur kenyal sempurna dan isian gula merah yang lumer di mulut? Jajanan pasar tradisional ini memang selalu menjadi favorit. Dengan mengikuti cara membuat klepon yang tepat dan resep tradisional yang teruji, Anda bisa menghasilkan klepon impian di rumah sendiri.

Kunci utama membuat klepon kenyal terletak pada pemilihan tepung. Gunakan campuran tepung beras ketan berkualitas baik dengan sedikit tepung tapioka. Perbandingan yang ideal akan menghasilkan tekstur yang tidak terlalu keras dan tidak mudah lembek. Tambahkan sedikit garam untuk memperkuat rasa gurih.

Untuk memberikan warna hijau alami dan aroma khas, gunakan air daun pandan suji. Blender beberapa lembar daun pandan suji dengan sedikit air, lalu saring. Tuang air pandan sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sambil diuleni hingga adonan kalis dan mudah dibentuk.

Isian gula merah yang lumer adalah jantung dari kelezatan klepon. Pilih gula merah aren yang berkualitas bagus, sisir halus, dan bentuk menjadi bulatan kecil. Pastikan bulatan gula merah cukup padat agar tidak mudah bocor saat proses perebusan.

Cara membuat klepon agar tidak pecah saat direbus adalah dengan memastikan adonan benar-benar kalis dan menutup rapat isian gula merah. Didihkan air dalam panci, lalu masukkan klepon yang sudah dibentuk. Masak hingga klepon mengapung, yang menandakan sudah matang. Segera angkat dan tiriskan.

Sentuhan terakhir adalah melumuri klepon dengan kelapa parut yang sudah dikukus dengan sedikit garam dan daun pandan. Kelapa parut akan memberikan aroma gurih dan tekstur yang menambah kenikmatan saat klepon lumer di mulut.

Dengan mengikuti cara membuat klepon kenyal dan lumer berdasarkan resep tradisional ini, Anda akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Jajanan klasik ini akan menjadi camilan istimewa untuk keluarga dan teman-teman. Selamat mencoba resep sederhana namun menghasilkan klepon yang bikin nagih!

Pastikan juga kelapa parut yang digunakan segar agar aroma dan rasanya lebih nikmat. Selamat berkreasi dan menikmati klepon kenyal lumer buatan sendiri!

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan manfaat untuk para pembaca, terimakasih !

Pelaku Pengeroyok Santri di Kediri Berhasil Ditangkap Aparat Kepolisian

Kasus kekerasan yang melibatkan pengeroyokan terhadap seorang santri di Kediri akhirnya menemui titik terang. Pihak kepolisian Resor Kediri berhasil mengamankan terduga pelaku pengeroyok setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif. Penangkapan ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menindak tegas segala bentuk tindak kekerasan, terutama yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Insiden pengeroyokan yang melibatkan seorang santri berinisial AH (16 tahun) terjadi pada hari Kamis, 24 April 2025, sekitar pukul 15.00 WIB di lingkungan sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Korban mengalami luka memar dan lecet di beberapa bagian tubuh akibat tindakan pelaku pengeroyok yang diduga berjumlah lebih dari satu orang.

Setelah menerima laporan dari pihak pondok pesantren dan keluarga korban, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, petugas berhasil mengidentifikasi salah satu terduga pelaku pengeroyok.

Kapolres Kediri, AKBP Budi Santoso, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Kediri pada Minggu pagi, 27 April 2025, mengumumkan bahwa pihaknya telah berhasil menangkap satu orang yang diduga kuat sebagai pelaku pengeroyok. “Kami berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial RS (17 tahun) di kediamannya di wilayah Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, pada Sabtu malam, 26 April 2025, sekitar pukul 22.00 WIB,” ujar AKBP Budi Santoso.

Lebih lanjut, AKBP Budi Santoso menjelaskan bahwa penangkapan pelaku pengeroyok ini merupakan hasil kerja keras tim penyidik yang melakukan penyelidikan secara maraton. Pihaknya juga masih melakukan pengembangan kasus untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. “Kami tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan, apalagi yang terjadi di lingkungan pendidikan. Kami akan terus berupaya untuk mengungkap tuntas kasus ini,” tegasnya.

Terduga pelaku pengeroyok, RS, saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kediri. Pihak kepolisian menjerat RS dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman pidana maksimal lima tahun enam bulan penjara. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Kediri dan diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk mengedepankan penyelesaian masalah secara damai dan menghindari tindakan kekerasan. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melapor guna membantu proses penyidikan lebih lanjut.

Tragis! Penjaga Angkringan di Kediri Meninggal Diracun Mantan Pacar

Kabar duka menyelimuti Kota Kediri. Seorang penjaga angkringan ditemukan meninggal dunia diduga akibat diracun mantan pacarnya sendiri. Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah angkringan di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota Kediri, pada hari Senin, 28 April 2025, sekitar pukul 02.00 WIB.

Korban diketahui bernama Rina Ayu Lestari (23 tahun), seorang penjaga angkringan yang dikenal ramah oleh para pelanggannya. Pelaku yang diduga kuat sebagai mantan pacar korban berinisial DW (25 tahun), warga Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Kejadian bermula ketika DW mendatangi angkringan tempat Rina bekerja pada Minggu malam, 27 April 2025, sekitar pukul 23.00 WIB. Keduanya sempat terlihat berbicara cukup lama sebelum akhirnya DW memberikan minuman kepada Rina. Setelah meminum minuman tersebut, Rina tiba-tiba merasa mual dan pusing hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Rekan kerja Rina yang melihat kejadian itu segera melarikannya ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Namun, nyawa Rina tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Senin dini hari.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Wahid Ari Setiawan, dalam konferensi pers yang digelar pada Senin siang, 28 April 2025, membenarkan adanya kasus diracun mantan pacar yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang penjaga angkringan. “Kami telah mengamankan terduga pelaku berinisial DW beberapa jam setelah kejadian di rumahnya. Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kediri Kota,” ujar AKBP Wahid Ari Setiawan.

Dari hasil penyelidikan sementara, motif pelaku diduga kuat adalah sakit hati dan dendam karena korban telah memutuskan hubungan asmara dengannya. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sisa minuman yang diduga mengandung racun dan gelas yang digunakan korban. Tim forensik dari rumah sakit juga tengah melakukan autopsi untuk mengetahui jenis racun yang digunakan pelaku.

“Kami akan menjerat pelaku dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup,” tegas AKBP Wahid Ari Setiawan. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan dan tidak menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan.

Kasus diracun mantan ini menambah daftar panjang kasus kekerasan dalam hubungan asmara. Pihak keluarga korban yang didampingi kuasa hukumnya berharap agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Sementara itu, jenazah Rina Ayu Lestari telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya. Pihak kepolisian akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap seluruh fakta yang ada.

Misteri Pembunuhan Driver Taksi Online di Karawang Terpecahkan

Misteri pembunuhan driver taksi – Kabar menggembirakan datang dari Karawang! Misteri pembunuhan driver taksi online, Rian (42), yang jasadnya ditemukan di wilayah Purwasari, akhirnya terpecahkan. Tim gabungan Polres Karawang dan Polda Jabar berhasil menangkap pelaku yang bernama Bayu (23) di wilayah Bekasi pada Jumat (26/4). Penangkapan ini mengakhiri spekulasi dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Kapolres Karawang, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, menjelaskan bahwa penangkapan pelaku dilakukan berdasarkan serangkaian penyelidikan mendalam, termasuk analisis CCTV, keterangan saksi, dan jejak digital. Pelaku berhasil diidentifikasi dan dilacak keberadaannya hingga akhirnya diringkus di tempat persembunyiannya di Bekasi.

Motif utama pembunuhan ini diduga kuat adalah perampokan. Pelaku yang merupakan penumpang korban berniat untuk menguasai mobil milik driver taksi online tersebut. Namun, dalam prosesnya terjadi perlawanan dari korban hingga pelaku nekat melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa Rian.

Kronologi kejadian terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku. Bayu memesan taksi online dengan tujuan yang telah direncanakan untuk melakukan aksi perampokan. Di tengah perjalanan, pelaku melakukan penyerangan terhadap korban hingga tidak berdaya. Setelah itu, pelaku membawa kabur mobil korban dan membuang jasadnya di wilayah Purwasari.

Keberhasilan aparat kepolisian dalam mengungkap dan menangkap pelaku dalam waktu singkat patut mendapatkan apresiasi. Kerja keras tim gabungan Polres Karawang dan Polda Jabar menunjukkan komitmen dalam memberantas tindak kriminalitas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para driver taksi online yang memiliki risiko tinggi dalam pekerjaannya.

Penangkapan Bayu menjadi jawaban atas misteri pembunuhan yang sempat menimbulkan keresahan. Proses hukum selanjutnya akan segera dilakukan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan pelaku. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada para driver taksi online untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat menerima order, serta memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia di aplikasi. Keadilan untuk Rian dan keluarganya telah ditegakkan.

Polisi Bongkar Penyelundupan Pil Koplo di Lapas Kediri

Aparat kepolisian Resor Kediri Kota berhasil membongkar jaringan penyelundupan pil koplo yang beroperasi di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri. Pengungkapan kasus ini dilakukan pada hari Jumat, 25 April 2025, setelah pihak kepolisian menerima informasi akurat mengenai adanya aktivitas mencurigakan terkait penyelundupan pil koplo di lingkungan lapas.

Operasi penggerebekan yang dilakukan oleh tim gabungan Satuan Reserse Narkoba Polres Kediri Kota bekerja sama dengan pihak keamanan Lapas Kediri berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa ribuan butir pil koplo siap edar. Selain itu, petugas juga mengamankan tiga orang yang diduga kuat terlibat dalam jaringan penyelundupan pil koplo ini. Ketiga orang tersebut terdiri dari seorang narapidana berinisial A (30 tahun), seorang mantan narapidana berinisial B (35 tahun) yang diduga berperan sebagai kurir, dan seorang warga sipil berinisial C (28 tahun) yang diduga sebagai pemasok dari luar lapas.

Kepala Polres Kediri Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bambang Hartanto, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Kediri Kota pada Sabtu, 26 April 2025, menjelaskan kronologi pengungkapan kasus penyelundupan ini. “Setelah mendapatkan informasi, tim kami melakukan serangkaian penyelidikan intensif. Hasilnya, kami berhasil mengidentifikasi adanya pola penyelundupan pil koplo yang melibatkan narapidana, mantan narapidana, dan pihak luar lapas,” ujar AKBP Bambang.

Lebih lanjut, AKBP Bambang mengungkapkan bahwa modus operandi penyelundupan pil koplo ini tergolong rapi dan terorganisir. Pil koplo disembunyikan di dalam paket makanan yang dikirimkan dari luar lapas. Mantan narapidana berperan sebagai penghubung dan kurir, sementara warga sipil bertugas menyediakan dan mengirimkan barang haram tersebut. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk oknum di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Bapak Slamet Riyadi, menyatakan pihaknya sangat mengapresiasi kinerja aparat kepolisian dalam mengungkap kasus ini. “Kami berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di dalam lapas. Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan memperketat pemeriksaan terhadap barang bawaan yang masuk ke dalam lapas,” tegas Bapak Slamet.

Barang bukti pil koplo yang berhasil diamankan saat penggerebekan berjumlah lebih dari 2.500 butir. Selain itu, petugas juga menyita beberapa unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dalam jaringan penyelundupan pil koplo ini, serta sejumlah uang tunai yang diduga merupakan hasil transaksi narkoba. Ketiga tersangka saat ini ditahan di Mapolres Kediri Kota dan akan dijerat dengan pasal terkait penyalahgunaan dan peredaran narkotika dengan ancaman hukuman yang berat.

Pengungkapan kasus penyelundupan pil koplo di Lapas Kediri ini menjadi bukti nyata keseriusan aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba, bahkan di lingkungan yang seharusnya steril dari aktivitas ilegal. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk terus memberikan informasi jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba. Kerja sama antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat penting dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya.

Jelang Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Cek Kesiapan SPKLU di Jalan Tol

Menjelang puncak arus balik Lebaran 2025, PT Jasa Marga (Persero) Tbk semakin intensif melakukan pengecekan terhadap kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berada di sepanjang jalan tol yang dikelolanya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik pengguna kendaraan listrik yang akan kembali ke arah Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya.

Ketersediaan dan fungsi optimal SPKLU menjadi krusial mengingat potensi peningkatan signifikan volume kendaraan listrik yang melintasi jalan tol selama periode arus balik. Jasa Marga tidak ingin para pengguna mobil listrik mengalami kendala pengisian daya di tengah perjalanan mereka. Oleh karena itu, pengecekan meliputi ketersediaan unit pengisian, fungsi каждого (setiap) unit, serta fasilitas pendukung lainnya di rest area yang menyediakan SPKLU.

Menurut informasi dari PT Jasamarga Related Business (JMRB), anak usaha Jasa Marga yang mengelola rest area, sejumlah SPKLU dengan teknologi fast charging dan ultra fast charging telah disiagakan di berbagai titik strategis di sepanjang ruas tol. Teknologi ini memungkinkan pengisian daya kendaraan listrik secara lebih cepat, sehingga dapat mempersingkat waktu istirahat para pemudik.

Selain memastikan ketersediaan dan fungsi SPKLU, Jasa Marga juga berkoordinasi dengan penyedia layanan SPKLU dan PLN untuk mengantisipasi potensi lonjakan pengguna. Pemantauan kondisi SPKLU secara real-time juga dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala teknis yang dapat menghambat proses pengisian daya. Informasi mengenai lokasi dan status SPKLU juga terus disosialisasikan kepada masyarakat melalui berbagai kanal informasi, termasuk aplikasi Travoy milik Jasa Marga.

Langkah proaktif Jasa Marga dalam mengecek kesiapan SPKLU ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jalan tol, termasuk para pemilik kendaraan listrik.

Dengan memastikan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang memadai dan berfungsi optimal, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi semua pemudik. Para pengguna kendaraan listrik pun dapat melakukan perjalanan tanpa rasa khawatir akan ketersediaan energi untuk kendaraan mereka.

Polisi Ringkus 4 Pelaku Perampok Minimarket Bersajam yang Meresahkan Warga Kediri

Tim Buser Satreskrim Polres Kediri berhasil membekuk empat pelaku Perampok Minimarket Bersajam yang selama beberapa waktu terakhir meresahkan warga. Penangkapan komplotan Perampok Minimarket Bersajam ini dilakukan di lokasi persembunyian mereka di wilayah Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada hari Minggu dini hari, 27 April 2025, sekitar pukul 02.30 WIB. Keempat pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial AG (24), BN (28), CP (22), dan DR (26).

Penangkapan ini merupakan hasil dari serangkaian penyelidikan intensif yang dilakukan oleh pihak kepolisian setelah menerima laporan dari beberapa minimarket yang menjadi korban Perampok Minimarket Bersajam. Modus operandi komplotan ini tergolong nekat, di mana mereka beraksi pada malam hari dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit untuk mengancam karyawan minimarket dan menguras uang tunai serta barang dagangan. Aksi terakhir komplotan ini terjadi pada hari Kamis, 24 April 2025, di sebuah minimarket di Jalan Raya Pare-Kediri, yang menyebabkan kerugian jutaan rupiah.

Menurut keterangan dari Kapolres Kediri, AKBP Budi Santoso, penangkapan para pelaku Perampok Minimarket Bersajam ini dilakukan tanpa perlawanan. “Setelah mengumpulkan cukup bukti dan keterangan saksi, tim kami berhasil mengidentifikasi keberadaan para pelaku. Saat dilakukan penggerebekan di tempat persembunyian mereka, keempat tersangka berhasil diamankan,” ujar AKBP Budi Santoso dalam konferensi pers di Mapolres Kediri pada Minggu pagi. Selain menangkap para pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit yang digunakan saat beraksi, uang tunai sisa hasil kejahatan, beberapa unit telepon genggam, dan sepeda motor yang digunakan sebagai sarana transportasi.

Dalam pemeriksaan awal, para pelaku mengakui telah melakukan serangkaian aksi perampokan minimarket di wilayah Kediri dan sekitarnya. Mereka mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena faktor ekonomi. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dan jaringan kejahatan yang lebih luas. Keberhasilan penangkapan komplotan Perampok Minimarket Bersajam ini disambut baik oleh masyarakat Kediri, yang merasa resah dengan aksi kejahatan tersebut. Kapolres Kediri mengimbau kepada seluruh pemilik minimarket dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika melihat adanya aktivitas yang mencurigakan. Para pelaku akan dijerat dengan pasal tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Kediri Berduka: Tragedi Kebakaran di Ponpes Lirboyo, Puluhan Santri Alami Sesak Nafas

Sebuah tragedi kebakaran melanda salah satu asrama di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu (26/04/2025) dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB ini menyebabkan kepanikan di kalangan santri dan mengakibatkan puluhan di antaranya mengalami sesak nafas akibat asap tebal.

Informasi mengenai tragedi kebakaran ini dengan cepat menyebar di kalangan masyarakat Kediri dan sekitarnya. Petugas pemadam kebakaran dari Kota Kediri segera tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang melalap salah satu bangunan asrama putra.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri, Bapak Nur Khamid, yang juga membawahi unit pemadam kebakaran, membenarkan adanya tragedi kebakaran di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo. Pihaknya menjelaskan bahwa api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu kamar asrama.

“Kami menerima laporan kebakaran di Ponpes Lirboyo sekitar pukul 02.15 WIB dan langsung bergerak cepat menuju lokasi. Api berhasil kami padamkan sekitar satu jam kemudian. Namun, akibat asap tebal yang memenuhi asrama, puluhan santri mengalami sesak nafas dan harus mendapatkan penanganan medis,” ujar Bapak Nur Khamid di lokasi kejadian, Sabtu pagi.

Data sementara dari pihak pesantren dan petugas kesehatan mencatat sebanyak 35 santri mengalami gejala sesak nafas ringan hingga sedang. Mereka segera dievakuasi ke klinik pesantren dan beberapa rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan oksigen dan pemeriksaan lebih lanjut. Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam tragedi kebakaran ini.

Kapolsek Mojoroto, Kompol Didik Tri Wahyudi, juga berada di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran. Pihaknya akan berkoordinasi dengan tim forensik untuk memastikan apakah ada faktor lain di balik tragedi kebakaran ini.

“Kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara adalah korsleting listrik, namun kami tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain. Kami juga telah meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk para santri dan pengurus pesantren,” kata Kompol Didik Tri Wahyudi.

Pengurus Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Anwar Manshur, menyampaikan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada petugas pemadam kebakaran dan pihak-pihak lain yang telah membantu menangani tragedi kebakaran ini. Pihak pesantren akan segera melakukan perbaikan terhadap asrama yang terbakar dan memastikan keamanan seluruh santri. Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di lingkungan padat seperti pondok pesantren.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Harian Kediri

Theme by Anders NorenUp ↑