Hari: 6 Mei 2025

Mas Dhito Gelar Halalbihalal, Serukan Guyub Rukun Warga Kediri

Kediri, Jawa Timur – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, menggelar acara halalbihalal akbar bersama ribuan warga Kabupaten Kediri. Acara yang berlangsung di Lapangan Desa Sumberjo, Kecamatan Kandat pada Selasa (16/4/2025) ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri.

Dalam sambutannya, Mas Dhito menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya bisa berkumpul kembali dengan seluruh elemen masyarakat Kediri. Ia menekankan pentingnya semangat guyub rukun sebagai modal utama dalam membangun Kabupaten Kediri yang lebih maju dan sejahtera.

“Halalbihalal ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi wadah untuk saling memaafkan, mempererat persaudaraan, dan kembali bersatu padu membangun Kediri yang kita cintai,” ujar Dhito dengan penuh semangat. Ia mengajak seluruh warga untuk melupakan segala perbedaan dan fokus pada kolaborasi demi kemajuan daerah.

Acara halalbihalal ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, perwakilan organisasi masyarakat, hingga para kepala desa dan perangkat daerah. Suasana keakraban dan kekeluargaan sangat terasa dalam acara tersebut. Warga antusias bersalaman dan berinteraksi langsung dengan Mas Dhito.

Selain bersilaturahmi, acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti penampilan seni budaya lokal dan tausiyah singkat yang semakin mempererat kebersamaan. Mas Dhito juga menyampaikan beberapa program pembangunan yang sedang berjalan dan rencana ke depan untuk Kabupaten Kediri, mengajak partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam mewujudkannya.

Melalui acara halalbihalal ini, Mas Dhito berharap semangat persatuan dan gotong royong di antara warga Kediri semakin solid dan kuat. Ia yakin, dengan guyub rukun, Kabupaten Kediri akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan meraih kemajuan yang signifikan di berbagai sektor.

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh masyarakat Kediri atas partisipasi aktifnya dalam pembangunan daerah selama ini. Ia berharap, semangat kebersamaan yang terjalin dalam acara halalbihalal ini dapat terus dipelihara dan ditingkatkan demi mewujudkan visi Kabupaten Kediri yang lebih baik di masa depan.

Penemuan Jasad Wanita ABG Gegerkan Warga Sekitar Gua Jegles Kediri

Warga sekitar kawasan wisata Gua Jegles, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita yang diperkirakan masih berusia remaja (ABG). Penemuan jasad ini terjadi pada hari Selasa, 6 Mei 2025, sekitar pukul 10.00 WIB oleh seorang pencari rumput yang melintas di area mulut gua. Sontak, kabar penemuan jasad tersebut menyebar dengan cepat dan menarik perhatian warga serta aparat kepolisian.

Kapolres Kediri, AKBP. Budi Prasetyo, S.I.K., M.H., melalui keterangan persnya pada hari yang sama, membenarkan adanya penemuan jasad seorang wanita di sekitar Gua Jegles. Pihaknya segera menerjunkan tim Inafis dan Satreskrim Polres Kediri ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengidentifikasi korban.

“Kami telah menerima laporan mengenai jasad seorang wanita di sekitar Gua Jegles. Saat ini, tim kami sedang melakukan olah TKP dan berusaha mengidentifikasi korban serta mencari tahu penyebab kematiannya,” ujar AKBP. Budi Prasetyo. Beliau menambahkan bahwa kondisi jasad saat ditemukan sudah mulai membusuk dan terdapat beberapa luka yang diduga akibat kekerasan. Namun, untuk memastikan penyebab pasti kematian, jasad korban akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan autopsi.

Berdasarkan informasi awal dari pihak kepolisian, ciri-ciri korban adalah seorang wanita dengan perkiraan usia antara 15 hingga 18 tahun. Korban ditemukan mengenakan pakaian berwarna gelap dan tidak ditemukan identitas apapun di sekitar lokasi penemuan jasad. Polisi juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap warga sekitar dan pihak-pihak yang mungkin memiliki informasi terkait identitas korban dan kejadian ini.

Kawasan Gua Jegles yang dikenal sebagai salah satu objek wisata alam di Kediri kini dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut untuk segera melapor ke Polres Kediri. Polisi juga meminta kepada masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai kasus ini dan mempercayakan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwajib. Penemuan jasad wanita ABG ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan diharapkan pelaku atau penyebab kematian korban dapat segera terungkap.

Tragis! Sekeluarga Berempat di Kediri Diduga Kuat Coba Bunuh Diri Bersama, Polisi Ungkap Motif Terlilit Utang Pinjol Hingga Ratusan Juta Rupiah

Sebuah kejadian tragis dan menghebohkan menggemparkan warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, di mana satu keluarga yang terdiri dari empat orang ditemukan dalam kondisi kritis dan diduga kuat melakukan percobaan bunuh diri bersama dengan cara meminum cairan berbahaya. Pihak kepolisian setempat mengungkapkan bahwa motif di balik tindakan nekat tersebut diduga kuat karena keluarga korban terlilit utang pinjaman online (pinjol) ilegal yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah dan semakin membebani psikologis mereka.

Peristiwa memilukan ini terjadi di dalam rumah korban di Desa Sidomulyo pada Senin pagi, 5 Mei 2025, sekitar pukul 07.00 WIB. Keluarga korban yang terdiri dari ayah berinisial AS (42 tahun), ibu berinisial IR (38 tahun), serta dua anak mereka yang masih di bawah umur, yakni RA (10 tahun) dan RI (7 tahun), ditemukan oleh tetangga korban, Ibu Siti (55 tahun), yang curiga karena rumah keluarga tersebut terlihat sepi dan pintu rumah tidak terbuka seperti biasanya. Setelah mencoba memanggil dan tidak ada jawaban, Ibu Siti bersama warga lainnya mendobrak pintu rumah dan mendapati keempat anggota keluarga tersebut tergeletak lemas di ruang tamu dengan bau menyengat cairan yang diduga racun.

Petugas kepolisian dari Sektor Semen, Polres Kediri Kota, yang tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan warga segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pada dugaan percobaan bunuh diri, seperti botol bekas cairan pembasmi serangga, gelas bekas minum, serta surat wasiat yang ditulis oleh sang ayah, AS. Dalam surat wasiat tersebut, AS mengungkapkan keputusasaannya dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat terlilit utang pinjol ilegal yang jumlahnya terus membengkak hingga mencapai lebih dari Rp 250 juta. Ia juga menuliskan permohonan maaf kepada keluarga besarnya karena mengambil jalan pintas tersebut.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kediri Kota, AKBP Wahid Ari Setiawan, S.I.K., melalui konferensi pers pada Selasa siang menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas kejadian tragis ini dan mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil jalan pintas dalam menghadapi masalah ekonomi, terutama yang berkaitan dengan utang pinjol ilegal.

© 2026 Harian Kediri

Theme by Anders NorenUp ↑