Sebuah kejadian tragis dan menghebohkan menggemparkan warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, di mana satu keluarga yang terdiri dari empat orang ditemukan dalam kondisi kritis dan diduga kuat melakukan percobaan bunuh diri bersama dengan cara meminum cairan berbahaya. Pihak kepolisian setempat mengungkapkan bahwa motif di balik tindakan nekat tersebut diduga kuat karena keluarga korban terlilit utang pinjaman online (pinjol) ilegal yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah dan semakin membebani psikologis mereka.

Peristiwa memilukan ini terjadi di dalam rumah korban di Desa Sidomulyo pada Senin pagi, 5 Mei 2025, sekitar pukul 07.00 WIB. Keluarga korban yang terdiri dari ayah berinisial AS (42 tahun), ibu berinisial IR (38 tahun), serta dua anak mereka yang masih di bawah umur, yakni RA (10 tahun) dan RI (7 tahun), ditemukan oleh tetangga korban, Ibu Siti (55 tahun), yang curiga karena rumah keluarga tersebut terlihat sepi dan pintu rumah tidak terbuka seperti biasanya. Setelah mencoba memanggil dan tidak ada jawaban, Ibu Siti bersama warga lainnya mendobrak pintu rumah dan mendapati keempat anggota keluarga tersebut tergeletak lemas di ruang tamu dengan bau menyengat cairan yang diduga racun.

Petugas kepolisian dari Sektor Semen, Polres Kediri Kota, yang tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan warga segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pada dugaan percobaan bunuh diri, seperti botol bekas cairan pembasmi serangga, gelas bekas minum, serta surat wasiat yang ditulis oleh sang ayah, AS. Dalam surat wasiat tersebut, AS mengungkapkan keputusasaannya dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat terlilit utang pinjol ilegal yang jumlahnya terus membengkak hingga mencapai lebih dari Rp 250 juta. Ia juga menuliskan permohonan maaf kepada keluarga besarnya karena mengambil jalan pintas tersebut.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kediri Kota, AKBP Wahid Ari Setiawan, S.I.K., melalui konferensi pers pada Selasa siang menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas kejadian tragis ini dan mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil jalan pintas dalam menghadapi masalah ekonomi, terutama yang berkaitan dengan utang pinjol ilegal.