Hari: 21 Mei 2025

Bazar Murah Digelar di 30 Kecamatan: Pemkot Kediri Stabilkan Harga Jelang Idul Adha

Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menunjukkan kepeduliannya terhadap stabilitas ekonomi masyarakat. Dalam langkah strategis untuk menekan inflasi dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok, Pemkot Kediri akan menggelar bazar sembako murah secara serentak di seluruh 30 kecamatan di wilayahnya. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga, terutama bagi keluarga kurang mampu, di tengah kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.

Pelaksanaan bazar murah ini merupakan upaya konkret Pemkot Kediri dalam menjaga daya beli masyarakat. Dengan menyediakan berbagai komoditas sembako seperti beras, minyak goreng, gula, tepung, dan telur dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar, warga dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga. Langkah ini sangat relevan mengingat Idul Adha seringkali diiringi oleh peningkatan permintaan yang dapat memicu kenaikan harga barang-barang pokok.

Kegiatan bazar sembako murah di 30 kecamatan ini juga menunjukkan komitmen Pemkot Kediri terhadap pemerataan akses. Dengan menyelenggarakan di seluruh wilayah kecamatan, diharapkan tidak ada lagi warga yang kesulitan menjangkau lokasi bazar, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata. Ini adalah bentuk pelayanan publik yang mendekatkan pemerintah kepada masyarakat, memastikan bahwa bantuan sampai kepada yang membutuhkan.

Selain untuk menstabilkan harga, bazar murah ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi penimbunan atau praktik spekulasi harga di pasaran. Keberadaan pasokan sembako yang cukup dan harga yang terkontrol dari pemerintah dapat menjadi penyeimbang, mencegah pihak-pihak tidak bertanggung jawab memainkan harga di pasar. Pemkot Kediri juga akan bekerja sama dengan Bulog dan distributor lokal untuk memastikan pasokan yang memadai selama bazar berlangsung.

Antusiasme masyarakat terhadap bazar murah ini diperkirakan akan sangat tinggi. Oleh karena itu, Pemkot Kediri perlu memastikan koordinasi yang baik di setiap kecamatan, mulai dari pengaturan antrean, distribusi barang, hingga sosialisasi jadwal pelaksanaan. Dengan persiapan yang matang, diharapkan bazar ini dapat berjalan lancar dan efektif dalam membantu masyarakat Kediri menghadapi Idul Adha dengan lebih tenang dan berkecukupan.

Resep Tradisional: Tepus dan Papakuan dari Ciseureuh, Jateng

Di balik gemerlap modernisasi, daerah-daerah di Indonesia masih menyimpan kekayaan kuliner tradisional. Salah satunya adalah Ciseureuh, sebuah desa di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di sini, Anda bisa menemukan resep unik dan otentik seperti Tepus dan Papakuan, hidangan yang mungkin asing namun kaya rasa.

Ciseureuh, khususnya Dukuh Jalawastu, dikenal sebagai kampung adat yang masih memegang teguh tradisi leluhur. Salah satu keunikan mereka adalah pola makan yang cenderung vegetarian, memanfaatkan hasil alam di sekitar mereka.

Tepus dan Papakuan adalah dua jenis tumbuhan liar yang tumbuh subur di wilayah ini. Tepus mengacu pada tanaman Etlingera elatior atau kecombrang hutan, sementara Papakuan adalah sejenis tanaman pakis atau suplir liar dengan daun memanjang dan pucuk melingkar.

Masyarakat Jalawastu mengolah kedua tumbuhan ini menjadi hidangan yang lezat dan bergizi. Biasanya, Tepus dan Papakuan diolah dengan cara direbus atau dikukus (seupan), kemudian disajikan sebagai pendamping nasi jagung.

Proses pengolahannya pun sangat sederhana, namun menghasilkan cita rasa yang khas dan alami. Daun dan pucuk muda Tepus serta Papakuan dibersihkan, lalu direbus hingga empuk. Kadang ditambahkan sedikit garam untuk memperkaya rasa.

Hidangan ini mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah. Mereka tidak hanya mengandalkan tanaman budidaya, tetapi juga tanaman liar yang tersedia di hutan dan pekarangan.

Tepus sendiri dikenal memiliki aroma harum dan rasa sedikit asam. Sementara Papakuan menawarkan tekstur renyah dan rasa sayuran hijau yang segar. Kombinasi keduanya menciptakan sensasi kuliner yang unik.

Kuliner dari Ciseureuh ini juga menarik perhatian karena gaya hidup masyarakatnya. Mereka bahkan menghindari mengonsumsi nasi, ikan, dan daging, dengan jagung dan sayuran sebagai menu utama.

Bagi Anda yang tertarik dengan kuliner sehat dan ingin merasakan cita rasa autentik pedesaan, mencoba Tepus dan Papakuan adalah pengalaman yang wajib. Ini adalah jejak rasa dari masa lalu yang lestari.

Mengunjungi Ciseureuh, khususnya Dukuh Jalawastu, tidak hanya tentang mencoba makanan. Ini adalah kesempatan untuk berinteraksi dengan komunitas yang masih menjaga tradisi dan menghargai alam.

Melestarikan resep-resep tradisional seperti Tepus dan Papakuan adalah bagian dari menjaga warisan budaya bangsa. Mari kita apresiasi kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga.

© 2026 Harian Kediri

Theme by Anders NorenUp ↑