Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) telah lama menjadi ikon kemegahan Kabupaten Kediri, namun di balik arsitekturnya yang mirip dengan Arc de Triomphe di Prancis, berkembang sebuah Mitos Simpang Lima Gumul Kediri yang sangat populer. Warga setempat dan para pelancong seringkali membicarakan tentang keberadaan lorong rahasia bawah tanah yang konon menghubungkan monumen raksasa ini dengan tempat-tempat penting lainnya di Kediri. Meskipun pihak pengelola secara resmi telah memberikan penjelasan fungsional, narasi tentang misteri di bawah bangunan ini tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencari petualangan.

Menelisik lebih jauh tentang Mitos Simpang Lima Gumul Kediri, kebenaran mengenai lorong bawah tanah sebenarnya memiliki dasar fakta namun dengan fungsi yang berbeda dari cerita mistis yang beredar. Memang terdapat terowongan bawah tanah yang dibangun khusus untuk pejalan kaki. Lorong ini berfungsi sebagai akses bagi pengunjung untuk menuju area tengah monumen tanpa harus menyeberangi jalan raya yang padat kendaraan. Namun, imajinasi masyarakat seringkali melampaui fakta teknis tersebut, dengan munculnya spekulasi bahwa ada pintu tersembunyi di dalam lorong tersebut yang mengarah ke situs purbakala atau ruang rahasia pemerintah.

Selain masalah lorong, Mitos Simpang Lima Gumul Kediri juga sering dikaitkan dengan pemilihan lokasi pembangunannya. Kediri dikenal sebagai kota yang kaya akan sejarah kerajaan besar seperti Daha dan Kadiri. Beberapa orang percaya bahwa lokasi SLG berada di atas titik pertemuan energi bumi yang sakral, sehingga monumen ini dibangun sebagai simbol keseimbangan antara masa lalu dan masa depan Kediri. Hal inilah yang membuat SLG selalu terasa memiliki “aura” yang berbeda, terutama saat dinikmati pada malam hari dengan cahaya lampu yang dramatis menyinari dinding-dinding reliefnya.

Di tahun 2026, fenomena “Urban Legend” ini justru dimanfaatkan oleh dinas pariwisata untuk menarik pengunjung melalui tur malam hari bertema sejarah dan misteri. Wisatawan diajak untuk menelusuri lorong-lorong bawah tanah sambil mendengarkan penjelasan mengenai relief-relief yang terukir di dinding luar monumen, yang menceritakan tentang kejayaan Raja Jayabaya dan sejarah berdirinya Kediri. Dengan cara ini, Mitos Simpang Lima Gumul Kediri tidak hanya menjadi sekadar isapan jempol, melainkan jembatan untuk mengenalkan sejarah asli daerah kepada masyarakat secara lebih menarik dan seru.