Hari: 4 Mei 2025

Kabar Baik! Bendungan Jragung Siap Beroperasi Tahun Ini

Kabar gembira bagi sektor pertanian di Jawa Tengah! Bendungan Jragung, proyek strategis nasional yang berlokasi di Kabupaten Semarang, dikabarkan siap beroperasi pada tahun ini 2024. Progres pembangunan bendungan ini terus dikebut dan diharapkan dapat segera memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, terutama para petani di Semarang, Demak, dan Grobogan.

Bendungan memiliki peran krusial dalam meningkatkan ketersediaan air irigasi untuk lahan pertanian yang luas di wilayah sekitarnya. Dengan kapasitas tampung mencapai 90 juta meter kubik, bendungan ini diproyeksikan mampu mengairi sekitar 4.528 hektar lahan irigasi Jragung di Kabupaten Demak. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi para petani yang selama ini mengandalkan curah hujan.

Selain untuk irigasi, Bendungan juga memiliki potensi manfaat lain. Bendungan ini diharapkan dapat menjadi sumber air baku untuk kebutuhan domestik di Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan. Dengan suplai sebesar 500 liter per detik untuk Semarang, serta 250 liter per detik masing-masing untuk Demak dan Grobogan, ketersediaan air bersih akan semakin terjamin.

Lebih lanjut, Bendungan Jragung juga berpotensi untuk mengendalikan banjir di wilayah hilir sungai. Dengan adanya bendungan, risiko banjir di Kota Semarang diperkirakan dapat tereduksi hingga 45%. Ini akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir.

Pembangunan Bendungan Jragung merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan pasokan air irigasi yang stabil, diharapkan produktivitas pertanian dapat meningkat, dan petani dapat melakukan dua hingga tiga kali panen dalam setahun, yang akan berdampak positif pada pendapatan mereka.

Pengoperasian Bendungan Jragung juga diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi baru di sektor pariwisata dan agrowisata di wilayah Semarang dan sekitarnya. Area sekitar bendungan yang indah berpotensi menjadi daya tarik wisata.

Dengan segera beroperasinya Bendungan Jragung, harapan akan peningkatan kesejahteraan petani, ketersediaan air bersih, pengendalian banjir, dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah semakin nyata. Ini adalah kabar baik yang patut disambut dengan optimisme.

Tewas Seketika! Pemuda Bercelurit Nekat Jambret Kalung Emas Ibu-ibu di Pasar Setono Betek Kediri, Aksi Brutal Berujung Petaka Dihajar Massa

Kediri, 4 Mei 2025 – Aksi nekat seorang pemuda bersenjata celurit yang melakukan penjambretan kalung emas milik seorang ibu-ibu di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, berakhir tragis. Pelaku yang diketahui bernama Sandi Pratama (24), warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, tewas seketika setelah dihajar massa yang geram dengan aksi brutalnya pada Minggu pagi, 4 Mei 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. Peristiwa ini sontak membuat panik dan geger para pedagang serta pengunjung pasar yang sedang ramai.

Berdasarkan keterangan resmi dari Kepala Kepolisian Sektor Kota Kediri, Kompol Tommy Hermanto, peristiwa penjambretan ini terjadi saat korban, seorang ibu rumah tangga bernama Siti Aminah (48), sedang berbelanja sayuran di salah satu lapak di dalam Pasar Setono Betek. Tiba-tiba, pelaku yang mengendarai sepeda motor seorang diri mendekati korban dari belakang. Dengan cepat dan kasar, Sandi merampas kalung emas yang melingkar di leher korban sambil mengacungkan celurit.

Siti Aminah yang terkejut dan kesakitan langsung berteriak histeris meminta pertolongan. Teriakan korban seketika menarik perhatian para pedagang dan pengunjung pasar yang berada di sekitar lokasi kejadian. Melihat aksi penjambretan yang disertai ancaman senjata tajam, warga yang geram langsung mengepung pelaku yang berusaha melarikan diri dengan sepeda motornya.

Upaya Sandi untuk kabur tidak berhasil. Massa yang sudah emosi berhasil menarik pelaku dari atas motor dan langsung melayangkan pukulan serta tendangan bertubi-tubi. Sepeda motor pelaku juga menjadi sasaran amukan massa. Meskipun beberapa warga mencoba menenangkan situasi, amarah massa sudah terlanjur memuncak akibat keberanian pelaku menjambret di tempat ramai dan mengancam korban dengan celurit.

Petugas kepolisian dari Polsek Kota Kediri yang mendapatkan laporan dari warga segera tiba di lokasi kejadian. Namun, saat petugas datang, kondisi Sandi sudah sangat mengenaskan. Pelaku mengalami luka parah di sekujur tubuh akibat amukan massa dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian oleh tim medis yang datang kemudian.

Kapolsek Kota Kediri, Kompol Tommy Hermanto, membenarkan adanya kejadian penjambretan yang berujung tewasnya pelaku akibat amukan massa. Pihaknya sangat menyayangkan tindakan main hakim sendiri oleh warga, meskipun memahami kemarahan mereka terhadap aksi pelaku.

© 2026 Harian Kediri

Theme by Anders NorenUp ↑