Kediri, 4 Mei 2025 – Aksi nekat seorang pemuda bersenjata celurit yang melakukan penjambretan kalung emas milik seorang ibu-ibu di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, berakhir tragis. Pelaku yang diketahui bernama Sandi Pratama (24), warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, tewas seketika setelah dihajar massa yang geram dengan aksi brutalnya pada Minggu pagi, 4 Mei 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. Peristiwa ini sontak membuat panik dan geger para pedagang serta pengunjung pasar yang sedang ramai.

Berdasarkan keterangan resmi dari Kepala Kepolisian Sektor Kota Kediri, Kompol Tommy Hermanto, peristiwa penjambretan ini terjadi saat korban, seorang ibu rumah tangga bernama Siti Aminah (48), sedang berbelanja sayuran di salah satu lapak di dalam Pasar Setono Betek. Tiba-tiba, pelaku yang mengendarai sepeda motor seorang diri mendekati korban dari belakang. Dengan cepat dan kasar, Sandi merampas kalung emas yang melingkar di leher korban sambil mengacungkan celurit.

Siti Aminah yang terkejut dan kesakitan langsung berteriak histeris meminta pertolongan. Teriakan korban seketika menarik perhatian para pedagang dan pengunjung pasar yang berada di sekitar lokasi kejadian. Melihat aksi penjambretan yang disertai ancaman senjata tajam, warga yang geram langsung mengepung pelaku yang berusaha melarikan diri dengan sepeda motornya.

Upaya Sandi untuk kabur tidak berhasil. Massa yang sudah emosi berhasil menarik pelaku dari atas motor dan langsung melayangkan pukulan serta tendangan bertubi-tubi. Sepeda motor pelaku juga menjadi sasaran amukan massa. Meskipun beberapa warga mencoba menenangkan situasi, amarah massa sudah terlanjur memuncak akibat keberanian pelaku menjambret di tempat ramai dan mengancam korban dengan celurit.

Petugas kepolisian dari Polsek Kota Kediri yang mendapatkan laporan dari warga segera tiba di lokasi kejadian. Namun, saat petugas datang, kondisi Sandi sudah sangat mengenaskan. Pelaku mengalami luka parah di sekujur tubuh akibat amukan massa dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian oleh tim medis yang datang kemudian.

Kapolsek Kota Kediri, Kompol Tommy Hermanto, membenarkan adanya kejadian penjambretan yang berujung tewasnya pelaku akibat amukan massa. Pihaknya sangat menyayangkan tindakan main hakim sendiri oleh warga, meskipun memahami kemarahan mereka terhadap aksi pelaku.