Kediri memiliki destinasi wisata yang memadukan keindahan geologi dan misteri masa lalu, yaitu Wisata Sejarah Goa Selomangleng. Terletak di kaki Gunung Klotok, goa ini bukanlah goa alam biasa, melainkan goa buatan yang dipahat pada sebuah bongkahan batu andesit hitam yang sangat besar. Goa ini sangat lekat dengan legenda Dewi Kilisuci, putri Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan, yang konon menggunakan tempat ini sebagai lokasi pertapaan untuk menjauhkan diri dari urusan duniawi. Suasana sunyi dan udara dingin yang keluar dari mulut goa menciptakan aura sakral yang sangat terasa bagi siapa pun yang memasuki ruang-ruang di dalamnya.

Keunikan utama dari Wisata Sejarah Goa Selomangleng terletak pada dinding-dinding bagian dalamnya yang dihiasi dengan relief kuno yang sangat artistik. Relief tersebut menggambarkan berbagai motif tanaman, awan, serta figur manusia yang dipahat dengan detail halus meskipun medianya berupa batu keras. Keberadaan relief ini menjadi bukti tingkat penguasaan seni rupa yang tinggi pada masa peralihan kerajaan besar di Jawa Timur. Pengunjung dapat mengeksplorasi tiga ruangan utama di dalam goa yang saling terhubung, masing-masing memiliki lubang kecil sebagai ventilasi cahaya, memberikan efek visual cahaya yang dramatis saat sinar matahari masuk ke dalam kegelapan goa.

Di luar area goa, kawasan Wisata Sejarah Goa Selomangleng telah ditata menjadi taman wisata yang sangat nyaman dan asri. Terdapat Museum Airlangga yang berada tidak jauh dari mulut goa, menyimpan berbagai prasasti, arca, dan benda purbakala hasil temuan di wilayah Kediri. Keberadaan museum ini melengkapi pengalaman wisata sejarah bagi pengunjung yang ingin memahami lebih dalam tentang kronologi sejarah Kediri. Selain itu, terdapat juga area permainan anak dan jalur pendakian menuju puncak Gunung Klotok bagi mereka yang memiliki jiwa petualang, menjadikannya destinasi yang cocok untuk berbagai kalangan usia.

Fasilitas pendukung di Wisata Sejarah Goa Selomangleng sudah sangat mumpuni, dengan area parkir yang luas, toilet bersih, dan jajaran penjual kuliner khas Kediri di sekitar pintu masuk. Lokasinya yang sangat dekat dengan pusat kota Kediri menjadikannya destinasi yang paling mudah diakses. Pemerintah kota juga sering menyelenggarakan acara budaya atau pentas seni di panggung terbuka sekitar goa untuk mempromosikan pariwisata daerah. Kebersihan situs tetap terjaga berkat pengelolaan yang rutin, namun pengunjung tetap diingatkan untuk tidak menyentuh relief secara berlebihan guna menghindari kerusakan akibat suhu tubuh dan kelembapan yang bisa mempercepat pelapukan batu purba.