Kediri – Sebuah kejadian tak lazim menggegerkan warga Kota Kediri, Jawa Timur. Seorang pengemis kaya ditemukan meninggal dunia di sebuah gubuk reyot di pinggir jalanan kawasan Kecamatan Kota pada Selasa (22 April 2025) sore. Yang lebih mengejutkan, saat ditemukan, pengemis kaya tersebut menyimpan uang tunai dengan jumlah fantastis, mencapai lebih dari Rp 200 juta.
Penemuan pengemis ini bermula ketika seorang warga setempat, Bapak Slamet (48 tahun), merasa curiga karena tidak melihat aktivitas rutin almarhum di gubuknya sejak pagi hari. Setelah mencoba memanggil namun tidak ada jawaban, Bapak Slamet memberanikan diri untuk melihat ke dalam gubuk dan menemukan pengemis kaya tersebut sudah tidak bernyawa.
Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Kota Kediri. Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat melakukan pemeriksaan, petugas menemukan sebuah tas lusuh di samping jenazah pengemis kaya tersebut. Betapa terkejutnya mereka ketika membuka tas tersebut dan mendapati tumpukan uang tunai berbagai pecahan dengan total lebih dari Rp 200 juta.
Identitas pengemis kaya tersebut diketahui bernama Kakek Sarmin (72 tahun). Menurut keterangan warga sekitar, Kakek Sarmin sudah bertahun-tahun berprofesi sebagai pengemis di wilayah tersebut. Namun, tidak ada yang menyangka bahwa di balik penampilannya yang sederhana, ia menyimpan kekayaan yang begitu besar.
Kapolsek Kota Kediri, Kompol Didik Arianto, membenarkan adanya penemuan jenazah seorang pengemis dengan uang ratusan juta tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kematian korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena sakit. Mengenai uang yang ditemukan, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses selanjutnya,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (23 April 2025) pagi.
Penemuan pengemis kaya dengan uang sebanyak itu menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan warga. Beberapa menduga uang tersebut hasil dari bertahun-tahun mengemis, sementara yang lain menduga ada sumber lain dari kekayaan tersebut. Kasus ini menjadi perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.