Kediri, Jawa Timur – Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, digegerkan dengan korban pembantaian yang menewaskan satu keluarga pada Selasa, 25 Maret 2025 dini hari. Kejadian tragis ini menewaskan pasangan suami istri dan kedua anak mereka di dalam rumah mereka sendiri.
Kronologi Kejadian Mengerikan
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, korban pembantaian ditemukan oleh tetangga yang curiga karena rumah korban terlihat sepi dan pintu rumah dalam keadaan terbuka. Setelah diperiksa, tetangga tersebut menemukan keempat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan luka parah di sekujur tubuh.
“Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah tiba di lokasi, kami menemukan empat orang korban sudah meninggal dunia,” ujar Kapolres Kediri, AKBP Budi Santoso.
Identitas Korban dan Proses Investigasi
Korban pembantaian ini adalah pasangan suami istri bernama Bapak Joko (45) dan Ibu Sri (40), serta kedua anak mereka, Rina (17) dan Andi (12). Pihak kepolisian segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti dan mencari tahu motif pembunuhan.
“Kami masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif pembunuhan ini. Kami sudah memeriksa beberapa saksi dan mengumpulkan barang bukti dari TKP,” tambah AKBP Budi Santoso.
Dugaan Motif dan Perkembangan Kasus
Hingga saat ini, motif pembunuhan belum diketahui pasti. Namun, pihak kepolisian menduga kuat bahwa korban pembantaian ini adalah korban pembunuhan berencana. Hal ini didasarkan pada kondisi TKP yang menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan yang dilakukan secara sadis.
“Kami menduga ini adalah pembunuhan berencana. Kondisi TKP menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan yang dilakukan secara sadis,” jelas AKBP Budi Santoso.
Pihak kepolisian juga telah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku secepatnya.
Reaksi Warga dan Himbauan Kepolisian
Kejadian tragis ini membuat warga sekitar merasa sangat terkejut dan berduka. Pihak kepolisian mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas. Polisi juga meminta warga untuk memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas. Jika ada informasi yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian,” tegas AKBP Budi Santoso.
Korban pembantaian ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Pihak kepolisian berjanji akan bekerja keras untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku secepatnya.