Page 57 of 62

Tragis! Jemaah Kediri Keracunan Massal Usai Santap Cemilan Expired

Rombongan jemaah pengajian dari Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi cemilan expired yang dibagikan saat acara berlangsung pada hari Sabtu, 12 April 2025, sekitar pukul 16.00 WIB. Puluhan jemaah dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, diare, dan pusing setelah menyantap cemilan expired tersebut.

Menurut keterangan dari salah satu korban, Ibu Siti Aminah (58), cemilan expired yang dibagikan berupa kue bolu kemasan kecil. Beberapa saat setelah memakannya, ia dan beberapa jemaah lainnya mulai merasakan perut tidak enak, mual, hingga akhirnya muntah dan diare. “Rasanya pahit dan agak aneh waktu dimakan. Saya pikir cuma perasaan saya saja, tapi ternyata banyak yang merasakan hal yang sama,” ujarnya saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran Kediri pada Minggu pagi, 13 April 2025.

Kepala Desa setempat, Bapak Imam Syafii, S.Ag., membenarkan kejadian keracunan massal ini. Beliau menjelaskan bahwa acara pengajian tersebut dihadiri oleh sekitar 70 jemaah. Setelah mendapatkan laporan adanya banyak jemaah yang mengalami gejala keracunan, pihak desa segera berkoordinasi dengan Puskesmas Mojo dan pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Mojo, AKP. Solehudin, S.H., M.H., yang langsung terjun ke lokasi kejadian dan rumah sakit, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan korban dan mengamankan sisa cemilan expired untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. “Kami masih menyelidiki asal-usul cemilan expired ini dan bagaimana bisa sampai dibagikan kepada para jemaah. Beberapa saksi juga sudah kami mintai keterangan,” jelas AKP. Solehudin saat memberikan keterangan pers di RSUD Gambiran.

Data sementara dari Puskesmas Mojo dan RSUD Gambiran mencatat sebanyak 45 jemaah mengalami gejala keracunan dan mendapatkan perawatan intensif. Beberapa di antaranya masih dalam kondisi lemah dan memerlukan observasi lebih lanjut. Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri telah mengambil sampel cemilan expired dan muntahan korban untuk diuji laboratorium guna mengetahui jenis bakteri atau zat berbahaya yang menyebabkan keracunan.

Kejadian tragis ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman, terutama cemilan expired yang jelas-jelas sudah melewati batas layak konsumsi. Selalu periksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan produk sebelum dikonsumsi untuk menghindari risiko keracunan yang dapat berakibat fatal.

Informasi Penting Terkait Keracunan Makanan:

  • Periksa Tanggal Kedaluwarsa: Selalu periksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan makanan dan minuman sebelum dikonsumsi.
  • Perhatikan Kondisi Fisik Makanan: Hindari mengonsumsi makanan yang memiliki bau, warna, atau tekstur yang tidak wajar.
  • Simpan Makanan dengan Benar: Simpan makanan sesuai dengan petunjuk pada kemasan untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Pertolongan Pertama Keracunan: Jika mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan, segera usahakan untuk memuntahkan sisa makanan dan segera cari pertolongan medis.
  • Laporkan Produk Bermasalah: Jika menemukan produk makanan atau minuman kedaluwarsa yang masih dijual, segera laporkan kepada pihak berwenang.

Tragedi keracunan massal akibat cemilan expired di Kediri ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam mengonsumsi makanan demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.

Waspada Perkenalan Online: Pria Cabuli Gadis di Kediri Setelah Berkenalan di Media Sosial

Kediri, Jawa Timur, Sabtu, 19 April 2025 – Aparat kepolisian dari Polres Kediri Kota berhasil mengamankan seorang pria berinisial AS (23 tahun) atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap seorang gadis di bawah umur (16 tahun). Kasus ini bermula dari perkenalan antara pelaku dan korban melalui media sosial. Peristiwa pria cabuli gadis ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua dan remaja terkait bahaya pertemanan daring yang tidak diawasi.

Menurut keterangan Kompol Didik Setyawan, S.H., M.H., Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, pelaku dan korban berkenalan melalui salah satu platform media sosial sekitar satu bulan yang lalu. Setelah intens berkomunikasi secara daring, pelaku kemudian mengajak korban bertemu secara langsung. Pada pertemuan yang terjadi di sebuah penginapan di wilayah Kota Kediri pada Kamis, 17 April 2025 sore, diduga terjadi tindak pidana pria cabuli gadis tersebut.

Korban yang merasa trauma atas kejadian tersebut kemudian menceritakan pengalamannya kepada orang tuanya. Tidak terima dengan perbuatan pelaku, orang tua korban kemudian melaporkan kejadian pria cabuli gadis ini ke Polres Kediri Kota pada Jumat, 18 April 2025. Berdasarkan laporan tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri Kota segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku di kediamannya pada Jumat malam.

“Kami sangat prihatin dengan kasus pria cabuli gadis ini. Modus perkenalan melalui media sosial dan kemudian melakukan tindak pidana merupakan modus yang sering terjadi. Kami mengimbau kepada para orang tua untuk lebih aktif memantau aktivitas online anak-anak mereka dan memberikan pemahaman tentang bahaya berinteraksi dengan orang asing di dunia maya,” ujar Kompol Didik saat memberikan keterangan pers di Mapolres Kediri Kota pada Sabtu pagi.

Saat ini, pelaku AS telah diamankan di Mapolres Kediri Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah melakukan visum terhadap korban dan memberikan pendampingan psikologis. Pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan 1 Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam berinteraksi di media sosial, terutama bagi anak-anak dan remaja. Pengawasan dan edukasi dari orang tua serta pihak sekolah sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kasus serupa di kemudian hari.

Santri Senior Siksa Junior Hingga Tewas di Kediri

Kabar duka dan tindakan kekerasan kembali mencoreng dunia pendidikan agama. Seorang santri junior tewas diduga kuat akibat disiksa oleh santri senior di Pondok Pesantren Al-Hanifiyyah yang berlokasi di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Peristiwa tragis yang menewaskan santri junior bernama Bintang Balqis Maulana (14 tahun) asal Banyuwangi ini terjadi dan baru terungkap setelah jenazahnya tiba di rumah duka pada Sabtu malam, 24 Februari 2024. Pihak kepolisian Resor Kediri Kota telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menetapkan empat santri senior sebagai tersangka dalam kasus kekerasan tersebut.

Santri Junior Tewas dengan Luka Lebam, Sundutan Rokok, dan Jeratan Leher

Keluarga korban, terutama kakak kandungnya bernama Mia Nur Khasanah, mengungkapkan bahwa santri junior tewas dengan kondisi luka lebam di sekujur tubuh yang sangat mengenaskan. Awalnya, pihak pesantren mengabarkan bahwa Bintang meninggal dunia akibat terjatuh di kamar mandi. Namun, kecurigaan keluarga muncul saat melihat kondisi jenazah yang penuh luka lebam, bahkan terdapat bekas sundutan rokok di kaki dan luka seperti bekas jeratan di leher korban. Hidung korban juga diduga patah.

Empat Santri Senior Jadi Tersangka, Motif Diduga Kesalahpahaman

Menerima laporan dari keluarga korban yang merasa ada kejanggalan, petugas kepolisian dari Polres Kediri Kota быстро melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil penyelidikan dan visum, polisi menetapkan empat santri senior sebagai tersangka dalam kasus penyiksaan yang menyebabkan santri junior tewas. Keempat tersangka tersebut adalah MN (18), MA (19), AK (17), dan AF (16) yang merupakan kakak sepupu korban. Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji, mengungkapkan bahwa motif sementara diduga karena adanya kesalahpahaman antara korban dan para tersangka. Namun, polisi akan terus mendalami motif sebenarnya dari para pelaku dan saksi-saksi lainnya.

Dugaan Kekerasan Fisik Berulang Berujung Maut di Lingkungan Pesantren

Kasus santri junior tewas akibat dugaan penyiksaan berulang selama tiga hari oleh santri senior ini sangat disayangkan dan menimbulkan keprihatinan mendalam. Lingkungan pesantren yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu agama dan akhlak mulia justru tercoreng oleh tindakan kekerasan yang brutal. Hasil rekonstruksi yang dilakukan polisi bahkan memperagakan 55 adegan kekerasan yang dialami korban. Pihak kepolisian akan memastikan всякого pelaku bertanggung jawab atas perbuatan mereka sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kecaman Terhadap Kekerasan di Lingkungan Pendidikan Agama

Kasus kekerasan yang menyebabkan santri junior tewas ini menuai kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama dan organisasi masyarakat. Mereka mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku. Selain itu, evaluasi dan pengawasan terhadap sistem pendidikan di pondok pesantren juga diharapkan dapat ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan serupa di masa depan.

Merinding! Cerita Mistis Teror Pocong Gundul Hantui Pulau Jawa

Pulau Jawa, dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, juga menyimpan berbagai cerita mistis yang turun temurun. Salah satu yang cukup populer dan membuat bulu kuduk berdiri adalah kisah tentang teror pocong gundul. Sosok pocong gundul digambarkan sebagai pocong tanpa penutup kepala, seringkali muncul dengan wujud yang lebih menyeramkan dan tingkah laku yang lebih agresif dibandingkan pocong biasa.

Berbagai cerita tentang penampakan teror pocong gundul tersebar di berbagai daerah di Pulau Jawa, meskipun sulit untuk diverifikasi kebenarannya. Beberapa kesaksian menyebutkan pocong gundul terlihat melayang-layang di area pemakaman, jalan sepi, atau bahkan perkampungan pada malam hari. Tidak jarang, kemunculannya dikaitkan dengan kejadian aneh atau pertanda buruk.

Salah satu cerita yang cukup santer terdengar adalah teror pocong gundul di sekitar alas (hutan) di wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Konon, pocong gundul ini merupakan arwah penasaran seseorang yang meninggal secara tidak wajar atau memiliki ilmu hitam semasa hidupnya. Warga sekitar seringkali mengaku mendengar suara tangisan atau melihat sosok putih tanpa kepala melintas dengan cepat.

Di Jawa Timur, cerita tentang teror pocong gundul juga ada, terutama di daerah-daerah yang memiliki sejarah mistis yang kuat. Beberapa cerita menyebutkan pocong gundul berusaha menakuti warga dengan melompat-lompat atau bahkan mengejar. Motif pocong gundul dalam cerita-cerita ini beragam, mulai dari sekadar menampakkan diri hingga berusaha meminta pertolongan atau menyampaikan pesan tertentu.

Catatan Penting Terkait Cerita Mistis Pocong Gundul:

  • Waktu Kemunculan dalam Cerita: Umumnya malam hari, terutama di area sepi atau dianggap angker.
  • Tempat Kemunculan dalam Cerita: Pemakaman, hutan, jalan sepi, rumah kosong, perkampungan.
  • Ciri-ciri dalam Cerita: Pocong tanpa penutup kepala (gundul), terkadang berwujud lebih menyeramkan, tingkah laku lebih agresif (melompat cepat, mengejar, mengeluarkan suara aneh).
  • Motif dalam Cerita: Menakuti warga, arwah penasaran, pertanda buruk, berusaha meminta pertolongan/menyampaikan pesan.

Meskipun hanya berupa cerita mistis yang belum terbukti kebenarannya secara ilmiah, teror pocong gundul tetap menjadi bagian dari folklore Jawa yang menarik dan menakutkan.

Tak Perlu Keluar Negeri, Kediri Punya Monumen Simpang Lima Gumul yang Ikonik

Bagi Anda yang memiliki impian untuk melihat kemegahan Arc de Triomphe di Paris, Prancis, kini tak perlu jauh-jauh keluar negeri. Kediri, Jawa Timur, memiliki ikon kebanggaan yang arsitekturnya terinspirasi dari monumen terkenal tersebut, yaitu Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Destinasi wisata yang monumen Simpang Lima ini menjadi daya tarik utama Kota Kediri dan sekitarnya, menawarkan pengalaman unik tanpa harus menguras dompet untuk perjalanan internasional.

Pesona Arsitektur Megah Monumen Simpang Lima Gumul

Monumen berdiri megah di tengah-tengah perempatan lima jalan yang ramai. Arsitekturnya yang menyerupai Arc de Triomphe dengan sentuhan budaya lokal Kediri menjadikannya sangat unik dan fotogenik. Monumen ini memiliki tinggi sekitar 25 meter dan dihiasi dengan relief-relief yang menceritakan sejarah dan budaya Kediri. Pada malam hari, Monumen Simpang Lima Gumul semakin memukau dengan sorotan lampu warna-warni yang menambah keindahannya.

Lebih dari Sekadar Monumen, Destinasi Wisata Terpadu

Monumen Simpang Lima Gumul bukan hanya sekadar bangunan ikonik. Kawasan di sekitarnya telah berkembang menjadi pusat kegiatan masyarakat dan destinasi wisata terpadu. Di sini, pengunjung dapat menemukan berbagai fasilitas, mulai dari pusat perbelanjaan, area bermain anak, hingga ruang terbuka hijau yang luas. Tak jarang, berbagai acara budaya dan festival juga diadakan di kawasan Simpang Lima , menjadikannya semakin hidup dan menarik untuk dikunjungi.

Aktivitas Menarik di Sekitar Monumen Simpang Lima

Selain berfoto dengan latar belakang Monumen Simpang Lima Gumul yang megah, ada banyak aktivitas lain yang bisa Anda lakukan di kawasan ini. Anda bisa berbelanja oleh-oleh khas Kediri di pusat perbelanjaan, menikmati kuliner lokal di berbagai warung dan restoran, atau sekadar bersantai di taman sambil menikmati suasana kota. Pada akhir pekan, kawasan ini biasanya ramai dikunjungi warga lokal dan wisatawan dari luar kota.

Akses Mudah Menuju Simpang Lima

Monumen Simpang Lima Gumul terletak strategis dan mudah dijangkau dari berbagai penjuru Kediri. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum untuk menuju lokasi ini. Jika Anda berada di pusat Kota Kediri, perjalanan menuju SLG hanya membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit. Informasi mengenai rute dan transportasi menuju Monumen Simpang Lima Gumul dapat dengan mudah ditemukan melalui aplikasi peta daring atau bertanya kepada warga setempat.

Jadi, bagi Anda yang ingin merasakan sensasi berfoto di depan monumen ikonik tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk tiket pesawat dan akomodasi di luar negeri, Monumen Simpang Lima Gumul di Kediri adalah pilihan yang tepat. Kunjungi dan saksikan sendiri kemegahan arsitekturnya serta nikmati berbagai aktivitas menarik di sekitarnya.

Tragis! Sekeluarga di Kediri Mencoba Bunuh Diri Akibat Terlilit Pinjol

Kabar tragis datang dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur, di mana sebuah keluarga yang terdiri dari ayah berinisial D (31 tahun), ibu M (29 tahun), dan dua anak mereka, MNP (5 tahun) dan MRS (2 tahun), ditemukan dalam kondisi lemas di rumah mereka pada hari Jumat, 13 Desember 2024. Balita MRS sayangnya meninggal dunia dalam kejadian tersebut, sementara tiga anggota keluarga lainnya berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit. Diduga kuat, aksi sekeluarga bunuh diri ini dipicu oleh tekanan ekonomi akibat terlilit utang pinjaman online (pinjol).

Kronologi Percobaan Bunuh Diri Sekeluarga

Peristiwa sekeluarga bunuh diri ini terungkap setelah warga sekitar curiga karena rumah korban tertutup sejak pagi. Setelah didatangi oleh kerabat dari Mojo, pintu rumah berhasil dibuka dan ditemukan keempat anggota keluarga dalam kondisi lemas. Dugaan awal menyebutkan bahwa mereka mengalami keracunan. Namun, penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian Polres Kediri mengungkapkan bahwa keluarga tersebut mencoba mengakhiri hidup dengan meminum racun tikus yang dicampurkan ke dalam susu.

Motif Sekeluarga Bunuh Diri Diduga Terlilit Utang Pinjol

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Fauzy Prataman, mengungkapkan bahwa motif percobaan sekeluarga bunuh diri ini diduga kuat karena tekanan utang pinjaman online yang dialami oleh sang ibu, M. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, M memiliki utang sebesar Rp 15 juta dan seringkali mendapatkan teror telepon dari pihak pinjol yang tidak dikenal. Pihak keluarga juga telah berupaya meminta bantuan kepada kerabat, namun tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya mereka nekat melakukan tindakan tragis tersebut.

Kondisi Terkini Anggota Keluarga yang Selamat

Setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, kondisi ayah dan ibu berangsur membaik. Sementara itu, anak pertama mereka, MNP, yang sempat memuntahkan susu bercampur racun, juga dalam kondisi stabil dan telah diperbolehkan pulang untuk dirawat oleh kerabat. Pihak kepolisian masih akan terus melakukan pendalaman kasus ini setelah kondisi kedua orang tua benar-benar pulih.

Peringatan dan Imbauan Terkait Pinjaman Online

Kasus tragis sekeluarga bunuh diri di Kediri ini menjadi pengingat akan bahaya pinjaman online ilegal dan praktik penagihan yang tidak manusiawi. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjaman online dan memastikan memilih platform yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika mengalami kesulitan keuangan atau tekanan dari pinjol, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional atau berbicara dengan orang terdekat.

Pulau Mamburit, Pesona Surga Tersembunyi di Ujung Timur

Terletak di ujung timur Pulau Madura, tepatnya masuk dalam wilayah Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Pulau Mamburit bagaikan surga tersembunyi yang menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang masih alami. Jauh dari hiruk pikuk keramaian kota, pulau kecil ini menyimpan pesona yang siap memikat hati setiap pengunjung yang menginjakkan kaki di sana.

Pesona Alam yang Memukau

Pulau Mamburit dikelilingi oleh hamparan pasir putih yang lembut dan air laut yang jernih berwarna biru kehijauan. Kejernihan airnya memungkinkan wisatawan untuk dengan mudah melihat keindahan bawah laut, termasuk terumbu karang yang masih terjaga dan berbagai jenis ikan hias yang. Tak heran, Pulau Mamburit menjadi tempat wisata di Ujung Timur yang ideal bagi para pecinta snorkeling dan diving.

Selain keindahan bawah laut, pesona lain dari Pulau Mamburit adalah suasananya yang tenang dan damai. Dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit, pulau ini menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat wisata lain yang lebih ramai. Pemandangan matahari terbenam di ujung timur pulau ini juga menjadi daya tarik tersendiri, dengan langit yang berwarna-warni menjadi latar belakang siluet perahu nelayan yang berlayar.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Meskipun kecil, Pulau Mamburit menawarkan berbagai aktivitas menarik bagi para wisatawan, di antaranya:

  • Snorkeling dan Diving: Menjelajahi keindahan bawah laut dengan terumbu karang dan biota laut yang beragam.
  • Bersantai di Pantai: Menikmati ketenangan dan keindahan pasir putih yang lembut.
  • Menyaksikan Sunset: Mengagumi keindahan matahari terbenam di ujung timur pulau.
  • Berinteraksi dengan Warga Lokal: Mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Pulau Mamburit yang ramah.

Akses Menuju Pulau Mamburit

Untuk mencapai Pulau Mamburit, wisatawan dapat memulai perjalanan dari Pelabuhan Kalianget di Sumenep. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kapal feri atau perahu cepat menuju Pulau Kangean, yang merupakan pulau terbesar di kepulauan tersebut.

Pulau Mamburit adalah surga tersembunyi yang menawarkan pesona alam yang luar biasa dan ketenangan yang sulit dicari. Bagi Anda yang ingin melarikan diri dari keramaian dan menikmati keindahan alam yang masih alami, Pulau Mamburit adalah tempat wisata yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi.

Tegang! Perampok Minimarket di Kediri Sekap Pegawai Selama Satu Jam, Gasak Uang Jutaan Rupiah

Aksi kejahatan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Dua orang perampok minimarket bersenjata tajam menyatroni sebuah minimarket Alfamart di Jalan Raya Gatot Subroto, Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Kamis dini hari, 10 April 2025, sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam aksinya, kedua perampok minimarket tersebut menyekap seorang pegawai minimarket selama kurang lebih satu jam sebelum berhasil menggasak uang tunai jutaan rupiah dari brankas.

Informasi mengenai aksi perampok minimarket ini baru diketahui pihak kepolisian setelah korban, yang diketahui bernama Sandi (23 tahun), berhasil melepaskan diri dan melaporkan kejadian tersebut sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan keterangan korban kepada petugas, dua orang perampok minimarket yang menggunakan helm dan masker masuk ke dalam minimarket saat kondisi sepi. Salah satu pelaku langsung menodongkan senjata tajam jenis celurit ke arah korban dan memaksanya untuk menunjukkan letak brankas.

Korban yang dalam kondisi terancam nyawanya terpaksa menuruti perintah pelaku. Setelah berhasil membuka brankas, kedua perampok minimarket tersebut menguras seluruh uang tunai yang ada di dalamnya, diperkirakan berjumlah sekitar Rp 15 juta. Sebelum melarikan diri, kedua pelaku menyekap korban di dalam gudang minimarket selama kurang lebih satu jam. Setelah memastikan para pelaku pergi, korban berusaha melepaskan diri dan segera menghubungi pihak kepolisian.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Wahyudi Heriawan, S.I.K., M.H., saat memberikan keterangan pers di Mapolres Kediri Kota pada Kamis pagi, 10 April 2025, membenarkan adanya aksi perampok minimarket tersebut. “Kami telah menerima laporan dari korban dan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tim Reskrim Polres Kediri Kota saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi dan menangkap kedua pelaku,” ujar AKBP Wahyudi Heriawan.

Lebih lanjut, AKBP Wahyudi Heriawan menambahkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diharapkan dapat membantu mengungkap identitas para pelaku. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh pengelola minimarket dan toko untuk meningkatkan kewaspadaan dan memasang sistem keamanan yang memadai, termasuk kamera CCTV yang berfungsi dengan baik dan alarm. Informasi mengenai tips pencegahan tindak kriminalitas dapat diakses melalui website resmi Polda Jawa Timur.

Akibat aksi perampok minimarket ini, pihak minimarket mengalami kerugian materiil yang cukup besar. Pihak kepolisian berjanji akan bekerja keras untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus perampokan minimarket ini akan disampaikan oleh Polres Kediri Kota.

Tragedi di Manggarai Timur: ODGJ Renggut Nyawa Saudara Kembar!

Peristiwa tragis mengguncang Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) berinisial FA (29 tahun) diduga kuat telah merenggut nyawa saudara kembarnya sendiri. Kejadian memilukan ini terjadi pada Minggu, 21 Januari 2024, di kediaman mereka di wilayah Manggarai Timur.

Kronologi Singkat Kejadian Maut

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, FA yang diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa, tiba-tiba menyerang saudara kembarnya. Detail pasti mengenai kronologi serangan belum diungkapkan secara rinci oleh pihak berwenang. Namun, akibat serangan tersebut, nyawa saudara kembar FA tidak dapat diselamatkan.

Penanganan Awal dan Riwayat Gangguan Jiwa Pelaku

Setelah kejadian tragis tersebut, FA sempat diamankan oleh pihak keluarga dan masyarakat setempat. Mengingat kondisi kejiwaannya, FA kemudian dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Renceng Mose di Ruteng, Kabupaten Manggarai, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa FA telah mengalami gangguan jiwa sejak beberapa waktu terakhir dan sempat mendapatkan penanganan dari Puskesmas setempat. Namun, pengobatan dan pengawasan terhadap FA diduga tidak berjalan optimal, yang kemudian berujung pada insiden tragis ini.

Implikasi dan Perhatian Terhadap Penanganan ODGJ

Kasus ini menjadi sorotan tajam mengenai penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di masyarakat. Kurangnya pengawasan dan penanganan yang tepat terhadap ODGJ dapat berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Kejadian di Manggarai Timur ini menjadi pengingat akan pentingnya peran serta keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam memberikan dukungan dan penanganan yang komprehensif bagi ODGJ.

Pihak berwenang setempat diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanganan ODGJ yang ada, serta meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai cara berinteraksi dan memberikan pertolongan yang tepat kepada individu dengan gangguan jiwa.

Masyarakat setempat sangat menyayangkan kejadian tragis ini dan berharap agar pihak kepolisian dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Kasus ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan penanganan yang lebih serius terhadap individu dengan gangguan jiwa di tengah masyarakat, demi mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar memegang peranan krusial dalam proses pemulihan dan pengawasan ODGJ.

Sensasi Unik! Menyicipi Kuliner Khas Kediri, Sate Bekicot yang Menggugah Selera

Kediri, Jawa Timur, dikenal dengan berbagai kuliner khas yang unik dan menggugah selera. Salah satu yang paling menarik perhatian dan wajib dicoba bagi para pecinta kuliner adalah sate bekicot. Meskipun terdengar tidak biasa, sate bekicot telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner khas Kediri dan memiliki cita rasa yang khas serta dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Menjelajahi kuliner khas Kediri belum lengkap tanpa mencicipi hidangan ekstrem namun lezat ini. Warung-warung sate bekicot dapat dengan mudah ditemukan di sekitar kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) dan beberapa area lain di Kediri. Salah satu warung legendaris yang terkenal dengan sate bekicotnya adalah “Sate 02 Pak Manan” yang telah berdiri sejak tahun 1980-an. Pada kunjungan tim kuliner khas Jawa Timur pada hari Minggu, 6 April 2025, warung ini tampak ramai dipadati pengunjung yang penasaran dengan cita rasa sate bekicot.

Proses pembuatan sate bekicot ini cukup unik. Bekicot yang digunakan biasanya adalah jenis Achatina fulica yang telah dibersihkan secara тщательный. Daging bekicot kemudian ditusuk seperti sate ayam atau kambing, lalu dibakar di atas arang hingga matang. Bumbu yang digunakan pun khas, yaitu campuran kecap manis, bawang merah, bawang putih, cabai, dan bumbu rempah lainnya yang memberikan cita rasa manis, gurih, dan sedikit pedas yang nikmat. Biasanya, sate bekicot disajikan dengan irisan bawang merah mentah, jeruk nipis, dan sambal.

Bagi sebagian orang, mungkin terasa asing dengan kuliner khas berbahan dasar bekicot ini. Namun, setelah mencobanya, banyak yang terkejut dengan tekstur daging bekicot yang kenyal dan rasanya yang gurih. Selain rasanya yang unik, sate bekicot juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan, seperti meningkatkan stamina, mengobati penyakit kulit, dan bahkan dipercaya sebagai afrodisiak tradisional. Informasi mengenai manfaat kesehatan bekicot ini seringkali disampaikan oleh para penjual sate kepada para pelanggannya.

Jika Anda berkunjung ke Kediri, jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan sensasi kuliner khas sate bekicot ini. Harga per porsi sate bekicot biasanya cukup terjangkau, berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 25.000 tergantung jumlah tusuk dan warungnya. Anda bisa menikmati hidangan ini saat makan siang atau malam. Beberapa warung sate bekicot bahkan buka hingga larut malam.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai lokasi warung sate bekicot dan kuliner khas Kediri lainnya, Anda dapat mengunjungi kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta No. 1. Petugas di sana akan dengan senang hati memberikan informasi dan rekomendasi tempat makan kuliner khas yang patut Anda coba selama berada di Kediri. Jadi, tunggu apa lagi? Segera agendakan perjalanan kuliner Anda ke Kediri dan rasakan sendiri keunikan dan kelezatan sate bekicot!

« Older posts Newer posts »

© 2026 Harian Kediri

Theme by Anders Noren — Up ↑