Kota Kediri memiliki sebuah destinasi wisata religi dan sejarah yang sangat unik karena dipahat langsung di atas bongkahan batu granit raksasa di kaki Gunung Klotok. Goa Selomangleng adalah sebuah goa buatan manusia yang berasal dari masa Kerajaan Kediri atau sekitar abad ke-11. Nama “Selomangleng” sendiri berasal dari bahasa Jawa, “Selo” yang berarti batu dan “Mangleng” yang berarti miring atau menggantung. Goa ini tidak memiliki stalaktit atau stalagmit seperti goa alam pada umumnya, melainkan ruangan-ruangan gelap dengan dinding yang dipenuhi relief-relief indah yang menceritakan kehidupan spiritual masa lampau.

Mitos paling terkenal yang membuat Goa Selomangleng adalah kisah tentang Dewi Kilisuci, putri mahkota Kerajaan Jenggala yang memilih untuk bertapa di goa ini daripada menerima tahta kerajaan atau menikah. Sang Dewi dikenal karena kecantikannya yang luar biasa namun memiliki keteguhan hati untuk menjalani hidup sebagai pertapa demi keselamatan rakyatnya. Hingga kini, aura sakral dan mistis masih sangat terasa saat Anda memasuki lorong-lorong sempit di dalam goa. Banyak pengunjung yang datang tidak hanya untuk berwisata, tetapi juga untuk melakukan meditasi atau sekadar mengamati jejak spiritual sang putri legendaris tersebut.

Relief yang terpahat di dinding Goa Selomangleng menjadi daya tarik utama bagi para peneliti arkeologi dan pecinta sejarah. Ukiran-ukiran tersebut menggambarkan berbagai motif tanaman, awan, hingga sosok manusia dalam posisi meditasi yang dikerjakan dengan sangat halus meskipun media batunya sangat keras. Keunikan Struktur goa yang terdiri dari beberapa kamar ini menunjukkan tingkat penguasaan teknik pemahatan batu yang sangat maju pada zamannya. Cahaya matahari yang masuk melalui lubang-lubang kecil di atas goa menciptakan efek pencahayaan alami yang dramatis, memberikan kesan magis yang tak terlupakan bagi siapa pun yang berada di dalamnya.

Kawasan sekitar Goa Selomangleng kini telah ditata menjadi kompleks wisata yang sangat nyaman bagi keluarga. Di area yang sama, terdapat Museum Airlangga yang menyimpan berbagai benda purbakala peninggalan Kerajaan Kediri, serta kolam renang dan taman bermain yang luas. Lokasinya yang berada di perbukitan membuat udara di sekitar goa sangat segar dan jauh dari polusi. Pengunjung juga bisa mendaki sedikit ke arah atas area pemakaman kuno dan situs-situs menuju batu lainnya yang tersebar di Gunung Klotok, memberikan pengalaman trekking ringan yang menyenangkan sekaligus mengedukasi tentang kekayaan budaya Jawa Timur.