Sebuah insiden berdarah yang menggegerkan warga terjadi di Desa Sumberagung, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan. Seorang pria berinisial S (45 tahun) tega membacok adik iparnya sendiri, berinisial R (38 tahun), hingga mengalami luka parah. Peristiwa mengerikan ini terjadi pada hari Selasa malam, 8 April 2025, di kediaman korban. Motif di balik aksi pria bacok adik ini diduga kuat karena pelaku mengaku mendapatkan “bisikan gaib” untuk melakukan perbuatan tersebut.

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian Sektor Modo menyebutkan bahwa sebelum kejadian, pelaku menunjukkan gelagat aneh dan berbicara tidak jelas mengenai bisikan yang diterimanya. Puncaknya, pelaku mendatangi rumah korban yang tinggal tidak jauh dari kediamannya dan tanpa alasan yang jelas langsung menyerang korban dengan senjata tajam jenis parang. Akibat serangan pria bacok adik tersebut, korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan untuk mendapatkan perawatan intensif. (Data dari catatan medis RS Muhammadiyah Lamongan per pagi ini mencatat korban dalam kondisi kritis dan sedang menjalani penanganan medis).

Setelah melakukan aksinya, pria bacok adik tersebut tidak melarikan diri dan berhasil diamankan oleh warga setempat sebelum pihak kepolisian tiba di lokasi kejadian. Petugas dari Polsek Modo yang tiba tak lama kemudian langsung mengamankan pelaku dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang digunakan pelaku, berhasil diamankan.

Kapolsek Modo, AKP Agus Susanto, S.H., saat memberikan keterangan pers di Mapolsek pada Rabu pagi, 9 April 2025, membenarkan adanya kejadian pria bacok adik iparnya sendiri. “Kami telah mengamankan pelaku dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan intensif terkait motif sebenarnya dari tindakannya. Keterangan pelaku yang mengaku mendapatkan bisikan gaib akan kami dalami lebih lanjut dengan melibatkan ahli kejiwaan,” ujar AKP Agus Susanto. Pihaknya belum dapat menyimpulkan secara pasti apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau ada motif lain di balik aksi brutal tersebut.

Pihak keluarga korban sangat terpukul dengan kejadian ini dan berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Sementara itu, warga Desa Sumberagung juga merasa resah dengan kejadian ini dan berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap motif sebenarnya.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kesehatan mental dan kewaspadaan terhadap perilaku aneh dari orang-orang di sekitar kita. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan adanya indikasi gangguan jiwa atau perilaku yang membahayakan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Disclaimer: Artikel ini dibuat berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi dan keterangan pihak berwenang per tanggal publikasi. Proses hukum terhadap pelaku akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.