Sejak resmi beroperasi secara penuh di tahun 2026, Bandara Internasional Dhoho Kediri telah menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Jawa Timur bagian selatan. Salah satu area yang mengalami perubahan paling radikal adalah sektor jasa, mulai dari perhotelan, transportasi, hingga layanan logistik. Keberadaan bandara ini tidak hanya memperpendek waktu tempuh bagi pelaku bisnis dan wisatawan, tetapi juga memaksa pelaku usaha lokal untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kualitas pelayanan mereka agar mampu memenuhi standar internasional yang dibawa oleh arus penumpang udara.
Pertumbuhan sektor jasa di Kediri terlihat nyata dari maraknya pembangunan hotel berbintang dan penginapan kelas menengah di sekitar kawasan bandara dan pusat kota. Layanan transportasi daring dan penyewaan kendaraan juga mengalami peningkatan permintaan yang signifikan. Namun, evaluasi di lapangan menunjukkan bahwa ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan bahasa asing dan standar pelayanan global masih menjadi tantangan utama. Pelaku usaha jasa di Kediri dituntut untuk tidak hanya menjual lokasi yang dekat dengan bandara, tetapi juga keramah-tamahan dan profesionalisme yang kompetitif dengan kota besar seperti Surabaya atau Jakarta.
Selain akomodasi, sektor kuliner dan ritel juga terkena dampak positif dari operasional bandara. Banyak UMKM di Kediri yang mulai melakukan re-branding produk khas daerah menjadi oleh-oleh premium yang layak masuk ke terminal bandara. Evaluasi pada sektor jasa ini mencakup digitalisasi sistem pembayaran dan pemesanan yang kini menjadi syarat wajib bagi setiap unit usaha. Bandara Dhoho telah membuka mata para pelaku usaha lokal bahwa pasar mereka kini bukan lagi sekadar warga Kediri dan sekitarnya, melainkan masyarakat global yang menuntut efisiensi, kecepatan, dan kenyamanan dalam setiap transaksi jasa yang mereka gunakan.
Dampak ekonomi bandara juga meluas ke sektor jasa pendidikan dan kesehatan. Kediri mulai dilirik sebagai lokasi pembangunan kampus-kampus baru dan rumah sakit bertaraf internasional untuk melayani kebutuhan populasi yang diperkirakan akan terus meningkat di sekitar kawasan aerocity. Tantangan bagi pemerintah daerah adalah memastikan bahwa pertumbuhan sektor jasa ini tidak hanya dinikmati oleh investor besar, tetapi juga memberikan ruang bagi warga lokal untuk terlibat aktif sebagai pelaku usaha atau tenaga kerja profesional. Evaluasi berkala terhadap dampak sosial dan ekonomi bandara sangat penting agar pembangunan infrastruktur megah ini benar-benar membawa kemakmuran bagi rakyat Kediri secara inklusif.