Kehadiran bandara baru di Kediri memicu fenomena negatif berupa praktik spekulasi harga tanah yang dilakukan oleh oknum makelar tanah. Nilai jual lahan di sekitar kawasan bandara melonjak berkali-kali lipat dari harga pasar wajar, karena adanya isu pengembangan pusat bisnis dan pemukiman elite yang akan dibangun di sana. Banyak warga asli setempat yang tergiur untuk menjual lahan milik mereka karena iming-iming uang dalam jumlah besar, tanpa menyadari bahwa setelah tanah mereka terjual, mereka tidak akan mampu lagi membeli lahan di wilayah yang sama karena harga yang sudah terlanjur melambung tidak masuk akal.
Fenomena spekulasi harga ini sangat merugikan masyarakat kecil karena hanya menguntungkan pihak makelar dan investor besar yang mampu menguasai lahan secara luas. Selain itu, praktik ini sering kali tidak sehat karena mengabaikan hak-hak warga sekitar yang seharusnya bisa ikut menikmati dampak positif dari pembangunan bandara. Banyak tanah yang dibeli dengan harga murah dari warga kemudian dijual kembali dengan harga yang sangat tinggi, menciptakan ketimpangan ekonomi yang nyata di wilayah tersebut. Jika tidak segera diatur, dikhawatirkan akan muncul konflik sosial di masa depan akibat ketidakpuasan warga yang merasa dikelabui oleh oknum makelar.
Pemerintah daerah harus segera menerapkan regulasi pengendalian harga tanah di zona penyangga bandara guna mencegah terjadinya spekulasi harga yang tidak terkendali. Sosialisasi kepada warga agar tidak terburu-buru melepas tanah mereka juga perlu dilakukan secara intensif. Selain itu, penetapan zonasi penggunaan lahan yang jelas akan mencegah makelar tanah bermain di area yang tidak seharusnya. Pemerintah harus hadir untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur bandara memberikan manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat Kediri, bukan hanya menjadi ajang bagi segelintir orang untuk meraup keuntungan besar dengan merugikan warga sekitar.
Kesadaran warga untuk tidak mudah tergoda dengan tawaran harga tanah yang instan adalah kunci dalam menjaga stabilitas kawasan. Mari kita bersama-sama mengawal proses pembangunan ini agar lebih berkeadilan bagi warga asli Kediri. Dukungan untuk menjaga aset tanah keluarga harus terus digelorakan. Dengan membatasi ruang gerak makelar melalui kebijakan yang transparan, kita sedang menjaga hak milik warga agar tidak habis berpindah tangan karena harga yang dimainkan secara sepihak. Mari kita ciptakan ekosistem yang sehat di sekitar bandara Kediri, di mana warga lokal bisa tetap tumbuh dan berkembang di tanah mereka sendiri tanpa harus terusir oleh dampak buruk dari spekulasi harga.