Peninggalan patung batu berukuran raksasa peninggalan era Kerajaan Kediri terus dipantau kondisi fisiknya agar terhindar dari kerusakan alami. Keberadaan patung Arca Totok Kerot Kediri kuno ditinjau secara berkala oleh tim pelestari cagar budaya provinsi Jawa Timur. Peninjauan lapangan difokuskan untuk memeriksa tingkat keretakan batu andesit, pertumbuhan lumut, serta sistem pengamanan di sekitar lokasi situs. Langkah konservasi ini sangat penting untuk menyelamatkan aset sejarah bernilai seni tinggi dari ancaman pelapukan.

Patung batu yang menggambarkan sosok Dwarapala dengan raut wajah menyeramkan ini memiliki kaitan erat dengan legenda lokal masyarakat Kediri. Keberadaan kawasan Arca Totok Kerot ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah favorit yang selalu ramai didatangi para wisatawan. Tim ahli arkeologi melakukan pembersihan permukaan batu menggunakan cairan antiseptik khusus agar pori-pori batuan purbakala tidak mengalami kerusakan. Pemasangan atap pelindung baru sedang direncanakan guna melindungi peninggalan bersejarah dari paparan sinar matahari langsung.

Pemerintah kabupaten berkomitmen memperluas area taman di sekitar situs peninggalan sejarah demi kenyamanan para pengunjung yang datang berwisata. Fasilitas papan informasi interaktif akan dipasang untuk menjelaskan sejarah pembuatan arca serta legenda lokal yang menyertainya secara runtut. Keberadaan peninggalan Arca Totok Kerot kuno yang tertata menarik akan mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan edukasi ke kabupaten Kediri. Peningkatan fasilitas umum di sekitar lokasi situs juga terus dilakukan oleh dinas terkait.

Masyarakat desa sekitar situs turut ambil bagian secara aktif dalam menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan cagar budaya tersebut. Para warga menyadari bahwa keberadaan peninggalan sejarah yang terawat dapat mendatangkan peluang usaha ekonomi kreatif bagi lingkungan mereka. Kerja sama yang baik antara petugas cagar budaya dan warga setempat mampu menciptakan suasana wisata yang aman dan kondusif. Kebanggaan atas sejarah kebesaran masa lalu terus tumbuh di hati warga.

Hasil pemantauan kondisi batuan purbakala ini akan dilaporkan kepada kementerian terkait sebagai bahan evaluasi kegiatan konservasi tahunan. Pihak pengelola berencana menyelenggarakan festival budaya tahunan di sekitar area situs guna menarik minat wisatawan muda. Peninggalan mahakarya seni pahat batu masa lalu ini dipastikan akan tetap terlindungi dengan sangat baik. Kebesaran peradaban Kerajaan Kediri kuno akan terus dikenang sepanjang sejarah nusantara.