Warga Dusun Krajan, Desa Sukamaju, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, digegerkan dengan penemuan seorang lansia yang ditemukan tewas di tengah area perkebunan tebu pada Kamis pagi, 17 April 2025. Penemuan mayat ini sontak membuat warga sekitar panik dan melaporkannya kepada pihak berwajib. Identitas korban kemudian diketahui bernama Kakek Slamet (72 tahun), seorang petani yang tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan.
Menurut keterangan dari beberapa saksi mata, jenazah Kakek Slamet pertama kali ditemukan tewas oleh seorang buruh tani yang hendak memulai pekerjaannya di kebun tebu sekitar pukul 07.00 WIB. Saksi tersebut melihat sesosok tubuh tergeletak di antara rimbunnya tanaman tebu dan setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata adalah seorang lansia yang sudah tidak bernyawa. Kondisi jenazah saat ditemukan tewas tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik yang signifikan, namun pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban.
Petugas dari Inafis Polres Kediri Kota segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan. Mereka melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti serta keterangan dari para saksi. Jenazah Kakek Slamet kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan visum et repertum guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kediri Kota, AKP Agung Tri Wahyudi, saat memberikan keterangan di lokasi kejadian menyatakan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Meskipun tidak ditemukan luka mencurigakan pada tubuh korban saat pertama kali ditemukan tewas, pihaknya akan menunggu hasil visum dari rumah sakit. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya atau terjatuh saat berada di kebun tebu. Pihak kepolisian juga telah menghubungi pihak keluarga korban untuk proses lebih lanjut.
Penemuan lansia yang ditemukan tewas di kebun tebu ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Pihak keluarga menuturkan bahwa Kakek Slamet memang memiliki riwayat penyakit tertentu dan seringkali pergi ke kebun untuk mengontrol tanaman tebunya. Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian dan diharapkan penyebab pasti kematian korban dapat segera terungkap. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum adanya hasil resmi dari penyelidikan pihak berwajib.