Sebuah tindakan kekerasan yang tidak masuk akal terjadi di Kediri, Jawa Timur, di mana seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi korban pengeroyokan oleh enam orang pria. Ironisnya, motif pengeroyokan ini diduga hanya karena korban mengenakan kaos yang berbeda dengan kelompok pelaku. Peristiwa pria keroyok siswa ini terjadi di sekitar area sebuah warung internet (warnet) di Kecamatan Kota Kediri pada hari Kamis, 17 April 2025, sekitar pukul 20.00 WIB. Kasus pria keroyok siswa ini sontak menimbulkan keprihatinan dan kecaman dari berbagai pihak, terutama di kalangan образовательный dan masyarakat umum.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, korban yang diketahui berinisial RZ (14 tahun) sedang berjalan seorang diri setelah keluar dari warnet. Tiba-tiba, ia dihampiri oleh enam orang pria yang tidak dikenal. Tanpa alasan yang jelas, para pelaku langsung melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Diduga kuat, para pelaku tersinggung atau tidak suka dengan kaos yang dikenakan oleh RZ, yang berbeda dengan атрибут yang dikenakan oleh kelompok pria tersebut. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka memar dan lecet di beberapa bagian tubuhnya.
Setelah kejadian, korban RZ segera melaporkan peristiwa pria keroyok siswa yang dialaminya ke Polsek Kota Kediri didampingi oleh pihak keluarga. Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kota Kediri dengan sigap melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari korban serta saksi-saksi. Berdasarkan ciri-ciri pelaku yang berhasil diidentifikasi, tim Reskrim berhasil mengamankan enam orang pria yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut pada Jumat dini hari, 18 April 2025, di beberapa lokasi berbeda di wilayah Kota Kediri.
Kepala Polsek Kota Kediri, Kompol Setyo Budi, dalam konferensi pers di Mapolsek Kota Kediri pada Jumat siang, 18 April 2025 pukul 11.00 WIB, membenarkan adanya kasus pengeroyokan tersebut. Beliau menyatakan bahwa motif awal pelaku diduga kuat hanya karena masalah perbedaan kaos. Keenam pria yang diamankan tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui peran masing-masing dalam aksi kekerasan tersebut. Pihak kepolisian juga akan mendalami lebih lanjut apakah ada faktor lain yang melatarbelakangi tindakan brutal tersebut. Korban RZ telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan pendampingan psikologis akibat trauma yang dialaminya. Kasus pria keroyok siswa ini menjadi pengingat akan pentingnya toleransi dan bahaya tindakan main hakim sendiri, serta perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap potensi tindak kekerasan di kalangan remaja dan pemuda.