Menjelajahi keragaman destinasi pariwisata urban di wilayah pedalaman Jawa Timur selalu menyajikan keunikan arsitektural yang berpadu selaras dengan ruang publik yang dinamis. Di tengah persimpangan jalur arteri yang menghubungkan lima wilayah kecamatan, berdiri sebuah monumen megah yang struktur bangunannya mengadopsi kemegahan monumen Arc de Triomphe yang ada di Paris, Prancis. Keberadaan bangunan megah Simpang Lima Gumul telah lama menjelma menjadi landmark kebanggaan warga setempat, sekaligus menjadi magnet pariwisata utama yang wajib disinggahi oleh para pelancong luar kota yang mendambakan ruang rekreasi keluarga yang estetik di akhir pekan.

Daya tarik utama dari bangunan setinggi puluhan meter ini terletak pada pahatan relief-relief batu yang menghiasi seluruh permukaan dinding luar monumen. Relief tersebut menceritakan kronik sejarah berdirinya kerajaan Kediri di masa lampau, kisah kejayaan Raja Jayabaya, hingga visualisasi potensi kesenian tradisional kontemporer seperti tari jaranan yang melegenda. Pengunjung yang mendatangi Simpang Lima Gumul dapat mengakses area pelataran inti monumen melalui terowongan bawah tanah khusus pejalan kaki yang dibangun rapi dari arah tempat parkir kendaraan, menjamin keselamatan pejalan kaki dari padatnya arus lalu lintas di bundaran atas.

Pada waktu sore menjelang malam hari, atmosfer di sekitar kawasan ini bertransformasi menjadi pusat pasar malam rakyat yang sangat meriah dan dipadati oleh ribuan pengunjung dari berbagai usia. Pendaran cahaya lampu sorot berwarna-warni yang mengarah ke tubuh monumen menciptakan latar belakang fotografi yang sangat spektakuler dan digemari oleh para remaja untuk konten media sosial mereka. Manajemen pengelolaan Simpang Lima Gumul juga menata area sekitar dengan taman hijau yang rindang, kafetaria luar ruangan, serta pusat penjualan cinderamata dan kuliner khas daerah seperti tahu takwa dan Gethuk Pisang.

Pemerintah kabupaten terus mengoptimalkan kawasan strategis ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru (central business district) dengan mengintegrasikan terminal bus pariwisata, gedung pertemuan serbaguna, hingga sarana rekreasi air (waterpark) di lingkungan sekitar inti monumen. Kemudahan aksesibilitas jalan raya yang beraspal mulus dan petunjuk arah yang jelas dari pusat kota mempermudah pergerakan wisatawan domestik untuk mencapai lokasi ini tanpa kendala berarti. Keberadaan ikon kota Simpang Lima Gumul terbukti efektif menggerakkan roda ekonomi sektor mikro, membuka lapangan kerja baru bagi ratusan pedagang kecil, serta menaikkan pendapatan asli daerah secara signifikan.