Sebuah kejadian mengejutkan dan tragis terjadi di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kediri, Jawa Timur, pada Jumat pagi, 18 April 2025. Seorang sopir truk ditemukan meninggal dunia secara mendadak setelah sempat mengalami muntah darah. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.45 WIB di SPBU yang terletak di Jalan Raya Surabaya-Kediri, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri ini sontak membuat panik para pekerja SPBU dan pengguna jalan yang sedang mengisi bahan bakar. Identitas sopir tewas tersebut diketahui bernama Bapak Slamet (58 tahun), warga asal Blitar.

Informasi yang dihimpun dari saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa Bapak Slamet baru saja selesai mengisi bahan bakar truknya dengan nomor polisi AG XXXX YY. Setelah memarkirkan truknya di area parkir SPBU, tiba-tiba korban terlihat keluar dari kabin dan mengalami muntah darah. Sopir tewas tersebut kemudian terjatuh dan tidak sadarkan diri. Para pekerja SPBU yang melihat kejadian itu segera berusaha memberikan pertolongan pertama dan menghubungi pihak kepolisian serta petugas medis. Namun, sayangnya, nyawa sopir tewas tersebut tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Petugas dari Polsek Gampengrejo dan tim medis dari Puskesmas Gampengrejo segera tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Menurut keterangan dari Kapolsek Gampengrejo, AKP Iwan Setiawan, yang ditemui di lokasi pada Jumat pagi, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian sopir tewas tersebut. “Kami telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya. Namun, untuk memastikan penyebab kematian, jenazah korban akan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Jenazah sopir tewas, Bapak Slamet, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan visum et repertum. Pihak kepolisian mengimbau kepada para pengemudi, terutama yang melakukan perjalanan jauh, untuk selalu menjaga kondisi kesehatan dan beristirahat yang cukup agar kejadian serupa tidak terulang. Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan pentingnya memperhatikan kesehatan diri, terutama saat menjalankan pekerjaan yang menuntut fisik seperti menjadi seorang sopir truk.