Kabupaten Kediri dan Blitar telah lama dikenal sebagai daerah penghasil pangan yang luar biasa, dan Rahasia Kesuburan Tanah di sekitar lereng Gunung Kelud menjadi faktor utama di balik produktivitas pertanian yang tinggi tersebut. Meskipun letusan Gunung Kelud sering kali membawa material vulkanik yang terlihat merusak pemukiman dalam jangka pendek, secara geologis proses ini justru merupakan cara alam untuk memperbarui kandungan nutrisi di dalam tanah. Material seperti abu vulkanik, pasir, dan kerikil yang dimuntahkan dari perut bumi mengandung mineral primer yang sangat kaya, yang setelah mengalami proses pelapukan, akan berubah menjadi tanah andosol yang sangat subur bagi berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura.
Secara kimiawi, Rahasia Kesuburan Tanah vulkanik ini terletak pada kandungan mineral silika, magnesium, kalium, dan kalsium yang melimpah. Abu vulkanik yang mendarat di permukaan tanah bertindak sebagai pupuk alami yang memperbaiki struktur tanah, meningkatkan porositas, dan kemampuan tanah dalam mengikat air. Inilah alasan mengapa tanaman seperti nanas, kopi, cokelat, hingga sayur-mayur dapat tumbuh subur dengan kualitas di atas rata-rata di wilayah Kediri. Para petani di lereng Kelud telah belajar hidup berdampingan dengan risiko erupsi, karena mereka menyadari bahwa setiap bencana yang lewat selalu meninggalkan berkah berupa tanah yang “terlahir kembali” dengan tingkat kesuburan yang baru.
Selain faktor mineralogi, Rahasia Kesuburan Tanah ini juga didukung oleh sistem hidrologi pegunungan yang sangat baik. Gunung Kelud memiliki banyak mata air yang terus mengalir meskipun di musim kemarau, yang berasal dari cadangan air di dalam batuan vulkanik yang berpori. Air yang mengalir dari lereng gunung membawa nutrisi terlarut yang kemudian disalurkan melalui jaringan irigasi ke lahan-lahan pertanian penduduk. Sinergi antara ketersediaan air yang melimpah dan kualitas tanah yang prima menjadikan sektor agrobisnis di sekitar Kelud tetap stabil dan menjadi tulang punggung ekonomi bagi ribuan keluarga petani di Jawa Timur. Mereka menyadari bahwa bahan kimia berlebihan dapat merusak mikroorganisme tanah yang justru berperan penting dalam membantu tanaman menyerap nutrisi vulkanik secara alami.